Pengurus dan Manajemen Kopdit Pintu Air Dilarang Masuk Politik Praktis

Penegasan ini disampaikan Jano sebagai respons sekaligus membantah desas-desus di luar yang menyebut bahwa Kopdit Pintu Air turut bermain politik praktis.

Maumere, Ekorantt.com – Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano melarang pengurus dan manajemen Kopdit Pintu Air untuk masuk ke ranah politik praktis.

Jano meminta pengurus dan manajemen untuk tetap fokus mengurus anggota terutama bagi empat basis yang menjadi elemen penting dalam pelayanan yakni; nelayan, tani, ternak, dan buruh.

Kata dia, tahun 2024 adalah tahun politik karena melaksanakan pemilu dan pemilukada.

“Meskipun setiap warga negara mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, tetapi selama masih bekerja di Kopdit Pintu Air kita dilarang untuk ikut masuk ke ranah politik,” tegas Jano saat menyampaikan sambutan pada acara lokakarya Pra-Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2023, Senin, 6 Mei 2024.

iklan

Pra-RAT dilaksanakan di kantor pusat Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT.

Penegasan ini disampaikan Jano sebagai respons sekaligus membantah desas-desus di luar yang menyebut bahwa Kopdit Pintu Air turut bermain politik praktis.

Bahkan dia mewanti-wanti jika ingin terjun ke dunia politik seperti kontestasi bupati, wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur, maka yang bersangkutan mesti mengajukan pengunduran diri dari Kopdit Pintu Air.

“Kita tidak masuk area politik, tetapi kita ikut mendukung agar proses politik berjalan secara bermartabat. Tidak membiarkan orang-orang yang kita pilih melakukan hal yang seenaknya saja tanpa memperhatikan nilai-nilai demokrasi, bahkan mencederai demokrasi itu sendiri,” ujar Jano.

Yang diperbolehkan masuk ke ranah politik, sambung dia, hanya anggota.

Anggota dibolehkan masuk partai politik mana saja tetapi tidak membawa-bawa nama koperasi, timpal Jano.

Ia menambahkan, Kopdit Pintu Air telah berusia 29 tahun. Selama itu pula tidak ada satu pun pengurus dan manajemen yang secara sengaja masuk ke dunia politik kemudian berkonspirasi untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan mendapatkan harta melalui cara-cara tidak halal.

TERKINI
BACA JUGA