Maumere, Ekorantt.com – Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu meresmikan gedung kantor Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo di Desa Nangablo, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 15 April 2026.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di depan pintu utama. Acara itu disaksikan Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Ketua Pengawas Barnabas Hening dan jajaran manajemen serta anggota yang mewakili titik kumpul dan kelompok dari Cabang Nangablo.
Uskup Ewaldus berharap bangunan megah ini harus dibarengi dengan tindakan nyata melalui pelayanan yang jujur dan rendah hati.
Ia menjelaskan, gedung megah seharusnya difungsikan sebagai ruang yang mencerminkan nilai-nilai keterbukaan dan integritas. Gedung ini tidak boleh ternoda dengan ketidakjujuran maupun kepentingan pribadi.
Sebaliknya, setiap bagiannya harus dimanfaatkan untuk menegakkan keadilan, kebenaran, dan kasih. Dengan begitu, seluruh aktivitas pelayanan menjadi bukti nyata perwujudan iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kantor ini harus menjadi ruang tempat di mana orang datang bukan hanya untuk urusan keuangan tetapi juga untuk menemukan harapan,” kata Uskup Ewaldus.
Ia berkata, koperasi menjadi tempat untuk membangun hidup dalam kebersamaan. Koperasi juga menjadi jalan keluar untuk menemukan kehidupan baru berlandaskan semangat solidaritas dan gotong royong.

Para karyawan Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo dipanggil untuk menjadi saksi dalam setiap pelayanan. “Jangan hanya gedung yang indah tetapi hati menjadi kering.”
Tidak boleh hanya pelayanan yang cepat tetapi kehilangan sentuhan kemanusiaan. Setiap orang yang datang harus merasakan sentuhan damai.
Mgr. Ewaldus berharap kantor Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo tidak hanya berdiri kokoh secara fisik tetapi juga hidup dalam kebenaran. Hal ini penting agar menjadi jalan berkat bagi banyak orang. “Sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan dalam karya nyata kehidupan bersama yang lebih baik.”
Anggota Kopdit Pintu Air, Firmina Darinas mengaku sangat senang dengan hadirnya kantor baru di Nangablo. Harapannya, pelayanan Kopdit Pintu Air semakin berkualitas dari waktu ke waktu.
“Kami anggota ini kebanyakan sebagai petani dengan pendidikan yang terbatas, karena itu kami harapkan ketika kami bertanya tolong beri kami jawaban dan penjelasan dengan baik, itu yang kami butuhkan,” ujar Fermina.
