Kuala Lumpur, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air belajar bersama sejumlah koperasi besar dari berbagai negara di Malaysia. Kegiatan berlangsung selama 4 hari terhitung sejak Rabu, 29 April 2026 hingga Sabtu, 2 Mei 2026 di Hotel Ancasa Kuala Lumpur, Malaysia.
Kopdit Pintu Air menjadi satu-satunya dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ikut ambil bagian bersama 14 Koperasi besar di Indonesia yang ikut dalam kegiatan studi banding mengenai model bisnis dan tata kelola koperasi modern di Malaysia.
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano berkata, kehadirannya di Malaysia bukan sekadar datang dan membanggakan tentang nama besar Kopdit Pintu Air.
Kehadiran dalam forum internasional itu bertujuan untuk menimba pengalaman dan sharing sukses koperasi besar dari berbagai negara peserta.
Jano menyebut salah satu koperasi di Sri Lanka yang telah berusia 102 tahun tetap sehat dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nol.
Ia bilang, faktor kunci koperasi itu sukses ternyata karena anggota merasa memiliki lembaga. Mereka menabung secara teratur dan meminjam terukur dan bijak, serta mengembalikan pinjaman tepat waktu dan tepat jumlah.
“Karena koperasi itu punya mereka, mereka taat melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Termasuk produk yang disediakan lembaga mereka menggunakannya dengan penuh kesadaran,” tutur Jano.
Sesungguhnya, kata dia, upaya untuk memberikan motivasi kepada anggota sudah dilakukan oleh Kopdit Pintu Air. Setiap pertemuan, petugas selalu memberikan pendidikan bahwa koperasi adalah milik anggota.
“Karena itu patuh dalam menjalan kewajiban yang lahir dari kesadaran bukan karena paksaan. Juga bagaimana menggunakan produk yang dihasilkan dari sekto riil,” ujar Jano.

Ia berjanji, ke depan pendidikan literasi keuangan dan memberikan motivasi kepada anggota dalam berkoperasi dilakukan secara baik akan menjadi perhatian serius. Ini bakal diagendakan secara baik.
“Berharap anggota dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan baik bila jadwal kegiatan itu ada,” imbuh Jano.
Jano mengatakan, salah satu persoalan yang dihadapi koperasi saat ini adalah rendahnya partisipasi generasi muda untuk bergabung sebagai anggota.
Menurut dia, minimnya keterlibatan anak muda dalam berkoperasi juga terjadi pada koperasi-koperasi besar di berbagai negara.
Jano menambahkan, Kopdit Pintu Air telah memiliki layanan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi. Ke depan, Kopdit Pintu Air akan menyiapkan produk layanan yang lebih menyentuh kebutuhan orang muda guna mendorong mereka bergabung.
Dalam kegiatan ini, masing-masing koperasi mengutus Ketua Pengurus dan Sekretaris, Ketua Pengawas dan General Manajer.
Kegiatan yang bertajuk “Transformasi Ekosistem Koperasi Malaysia Bersinergi dengan Koperasi Indonesia demi Kemajuan Bersama” ini bertujuan untuk; meningkatkan kerja sama antarkoperasi Indonesia dengan Malaysia, dimulai dari saling berbagi pengetahuan, kebijakan, dan pengalaman dalam mengelola serta mengembangkan usaha koperasi.
Kemudian, mempelajari ekosistem regulasi dan kebijakan koperasi di Malaysia, terutama peran Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM) dalam pendaftaran, pengawasan, dan pemberian insentif, serta peran Institut Koperasi Malaysia (IKMa) dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi.
Lalu, mempelajari model bisnis dan tata kelola Koperasi di Malaysia, terutama bidang keuangan dan pembiayaan syariah, perdagangan, digitalisasi pertanian, dan akses pasar internasional bagi petani melalui koperasi.
