Jalan ke Watublapi Nyaris Putus, Agen Travel dan Warga Sikka Bangun Turap Secara Swadaya

Pemerintah terkesan lamban dalam menangani infrastruktur publik yang krusial. Bila jalan ini putus total maka dampak kerugian ekonomi dan sosial akan sangat besar.

Maumere, Ekorantt.com – Manajemen Agen Travel PT Rijamo Flores Tour Maumere bersama warga Desa Munerana dan Desa Kajowair di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, swadaya membangun turap atau tembok pengaman jalan menuju objek wisata budaya Watublapi.

Aksi sosial selama tiga hari sejak Kamis-Sabtu, 11-13 Juni 2026 itu juga melibatkan warga kampung Dokar, Desa Umauta, Kecamatan Bola. Sebab, jalur itu selain menuju objek wisata Sanggar Bliran Sina Watublapi di Kecamatan Hewokloang juga terhubung ke Sanggar Doka Tawa Tana di Kecamatan Bola.

Pekerjaan turap dipimpin oleh Ketua Sanggar Bliran Sina, Yoseph Gervasius dan Ketua Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus Beru. Mereka bergotong royong sebagai respon atas lambatnya penanganan dari pemerintah daerah terhadap akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Hewokloang, Bola, Doreng, dan Mapitara yang nyaris putus akibat longsor.

Cletus mengungkapkan kondisi ruas jalan tersebut telah rusak parah dan berlubang sejak dua tahun terakhir. Selain mengancam keselamatan warga, kondisi jalan longsor ini memicu kekhawatiran para agen travel, biro perjalanan wisata, dan warga sanggar budaya.

“Karena menjadi jalan utama menuju objek wisata Sanggar Bliran Sina Watublapi dan Sanggar Doka Tawa Tana,” ujaf Cletus secara terpisah, Minggu.

Ia menjelaskan, kegiatan ini atas inisiatif manajemen PT Rijamo Flores Tour Maumere, Romana Rona, Elisia Digmadari bersama tim saat berkunjung ke Kampung Dokar yang menjadi pusat Sanggar Doka Tawa Tana dan Sanggar Bliran Sina Watublapi pada 11 Juni.

Dalam perjalanan, mereka melihat langsung kondisi jalan rusak berat dan memprihatinkan. Begitu pula jalur alternatif lewat ruas jalan Hewokloang ternyata sama parahnya dan lebih berisiko. Lalu pihak PT Rijamo bersama warga bersepakat secara swadaya membangun kembali.

“Terlintas dalam diskusi untuk menggunakan cor dari dasar tetapi kita membutuhkan tenaga teknis yang paham agar bangunan tersebut tahan lama. Saya sempat berinisiatif menghubungi pihak pemerintah. Namun, responsnya nihil karena para pengambil keputusan sedang rapat penting,” jelas dia.

Saat itu juga, Cletus melanjutkan, setelah dari Dokar, Romana Rona dan tim langsung belanja dan droping material berupa bronjong, batu, pasir, semen, dan urugan tanah.

“Setelah material lengkap, keesokan harinya langsung mulai pengerjaan bersama warga sekitar. Akhirnya, dalam tempo tiga hari, pengerjaan sudah bisa selesai dan fasilitas tersebut dapat digunakan kembali,” ungkap Cletus.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kajowair, Laurensius Lepo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada pihak PT Rijamo Flores Tours dan Ketua Sanggar Bliran Sina Watublapi dan Ketua Sanggar Doka Tawa Tana serta warga setempat atas kepedulian dan kerja sama memperbaiki akses jalan tersebut.

Romana mengatakan, pihaknya memutuskan untuk melakukan perbaikan fisik dengan kualitas terbaik. Hal itu, menurutnya, jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat.

“Karena itu akses warga kampung untuk menjual hasil kebun, jual kain tenun ke pasar, dan membeli kebutuhan pokok di kota,” kata Romana.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Uamuta, Kecamatan Bola, Tonce Horang mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sikka segera mengambil langkah memperbaiki ruas jalan tersebut. Namun permintaan itu tidak diindahkan.

Ia menilai pemerintah terkesan lamban dalam menangani infrastruktur publik yang krusial. Menurut Tonce, jika jalan ini sampai terputus total, dampak kerugian ekonomi dan sosial akan sangat besar.

“Jika terputus total, distribusi hasil bumi dari tiga kecamatan akan lumpuh. Selain itu, citra pariwisata Sikka di mata internasional terancam merosot akibat akses ke dua sanggar budaya ikonik tersebut terputus, ” tegas mantan Ketua PMKRI Cabang Maumere ini.

​Tonce berharap Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago beserta jajaran Dinas PUPR untuk segera turun ke lapangan, mengalokasikan anggaran darurat dan melakukan perbaikan permanen sebelum memakan korban jiwa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka seharusnya tidak menutup mata dan baru bertindak setelah musibah atau kecelakaan fatal terjadi di lokasi tersebut,” tandasnya.

Camat Hewokloang, Anselmus Erdinans menyampaikan, Pemerintah Kecamatan telah menyurati Dinas PUPR, BPBD, dan DPRD pada pertengahan Mei lalu terkait kondisi jalan rusak tersebut.

“Saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane turun langsung melihat kondisi jalan rusak tersebut. Setelah itu, kami langsung buat surat kirim ke Dinas PUPR, BPBD dan DPRD,” katanya.

Anselmus mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas jalan rusak tersebut agar selalu waspada dan berhati-hati bila saat cuaca ekstrem.

TERKINI
BACA JUGA