Satu Warga Pulau Palue Meninggal Dunia Akibat Gempa Flores

Pengumpulan data dari beberapa wilayah masih mengalami kendala karena jaringan komunikasi terputus dan akses jalan tertutup akibat longsor di beberapa titik

Maumere, Ekorantt.com – Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu wilayah terdampak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di perairan Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

“Korban Jiwa satu orang atas nama Yustina Sugo dilaporkan meninggal dunia,” kata Camat Palue, Rudolfus Riba dalam laporan yang diterima Ekora NTT pada Sabtu malam.

Rudolfus menyebut, tujuh warga dari Desa Ladolaka, Maluriwu, dan Reruwairere mengalami luka berat. Selain itu, terdapat 141 unit rumah warga yang mengalami rusak berat, berada di Desa Nitung, Rokirole, Ladolaka, Lidi, Maluriwu, dan Reruwairere.

“Saat ini PLN di Kecamatan Palue masih padam akibat kerusakan pada beberapa jaringan. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik ke perangkat atau jaringan Telkomsel ikut terhambat, sehingga jaringan telekomunikasi terputus total,” kata dia.

Akibatnya, sebagian besar wilayah Palue saat ini gelap gulita dan mengalami keterbatasan komunikasi.

Rudolfus bilang, pengumpulan data dari beberapa wilayah masih mengalami kendala karena jaringan komunikasi terputus dan akses jalan tertutup akibat longsor di beberapa titik.

“Untuk menjangkau beberapa wilayah yang aksesnya terputus, petugas harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Pendataan dan pemantauan akan terus dilakukan. Data korban, kerusakan rumah, fasilitas umum dan akses jalan masih dapat berkembang setelah seluruh wilayah terdampak berhasil dijangkau,” kata dia.

Kendala tersebut yang membuat pendataan belum bisa dilakukan sepenuhnya serta menghambat pendataan di tiga desa yang lain.

Untuk diketahui, gempa telah menelan 51 orang korban jiwa di sejumlah kabupaten di Pulau Flores, puluhan luka-luka, serta kerusakan parah pada fasilitas publik dan rumah warga.

Data korban masih bersifat sementara mengingat proses pencarian terus berlanjut. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dengan gempa susulan sambari tidak terprovokasi oleh berita-berita bohong yang beredar di media sosial.

TERKINI
BACA JUGA