Maumere, Ekorantt.com – Perum Bulog Cabang Maumere memastikan penyaluran bantuan pangan beras di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur berjalan sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh pemerintah.
Hingga Kamis, 24 September 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras di Kabupaten Sikka telah mencapai 75 persen, dengan 62,6 persen di antaranya sudah diterima langsung oleh masyarakat.
Kepala Perum Bulog Cabang Maumere, Marthen Luther Sesa berkata, total alokasi bantuan pangan untuk Kabupaten Sikka sebesar 1.281 ton 360 kilogram beras.
Penyaluran dilakukan dalam tiga gelombang alokasi, mulai dari alokasi Februari dan Maret, kemudian dilanjutkan alokasi Juli, Agustus, dan September yang harus tuntas pada 30 September.
“Selanjutnya, sesuai instruksi dari Presiden, penyaluran dilanjutkan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember, dengan target penyelesaian pada 30 Desember,” ujar Marthen kepada Ekora NTT di Maumere, Kamis, 24 September 2026.
“Dari total alokasi Kabupaten Sikka, Kecamatan Palue mendapatkan porsi sebesar 63 ton 900 kilogram beras yang diperuntukkan bagi 2.130 penerima di wilayah kepulauan tersebut,” tambahnya.
Marthen menjelaskan, fokus wilayah penyaluran diprioritaskan untuk daerah yang sulit dijangkau, meliputi Kecamatan Tanawawo, Mego, Paga, Mapitara, serta desa-desa Kepulauan di Kecamatan Alok, dan Alok Timur seperti Pemana, Gunungsari, Semparong, Kojadoi, dan Kojagete. Sementara wilayah perkotaan akan menyusul.
“Lokasi penyaluran kami di 194 desa yang tersebar di 21 kecamatan. Data penerima dari pusat sementara Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masih sering berubah-ubah. Ini juga yang kami khawatirkan,” kata Marthen.
Bulog Maumere juga menyiapkan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk penanganan bencana alam di Kabupaten Sikka sebanyak 28 ton 405 kilogram beras.
Marthen menjelaskan, beras CPP bantuan bencana alam telah dikeluarkan dari gudang Bulog sebanyak 100 ton 405 kilogram yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka.
Selain beras bantuan pangan untuk masyarakat dan CPP bencana alam, Bulog Maumere juga menyiapkan cadangan beras dari Kementerian Sosial untuk kebutuhan tanggap darurat pascagempa.
“Total bantuan beras yang tersedia dari Kementerian Sosial sebanyak 5 ton beras telah kami salurkan semua kepada penerima,” ujar Marthen.
Ia menambahkan, stok beras yang ada di gudang Bulog Maumere masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penyaluran beras bantuan ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog Cabang Maumere, Pemerintah Kecamatan, Desa atau Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga pengurus RT dan RW setempat.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana mengawal langsung penyaluran bantuan pangan beras di seluruh wilayah desa di Kecamatan Palue.
Pengawalan ketat ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Gusti menjelaskan, kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk menjaga transparansi proses penyaluran serta mencegah terjadinya penyimpangan.
Proses penyaluran bantuan ini melalui tahapan persiapan yang matang. Petugas di lapangan terlebih dahulu melakukan verifikasi dan validasi daftar nama penerima berdasarkan data resmi.
“Lokasi pembagian pun dipilih yang paling aman dan mudah dijangkau oleh warga,” kata Gusti.
Ia menambahkan, sebelum didistribusikan, kualitas beras dipastikan dalam kondisi aman. Barang bantuan yang keluar dari gudang Bulog Maumere dalam kondisi utuh, kemasannya baik, dan kualitas terjamin.
Saat pembagian berlangsung, pengawasan dilakukan bersama aparat dan perangkat desa secara tertib untuk menghindari keributan.
“Warga penerima manfaat wajib menunjukkan identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga (KK) serta surat keterangan terdaftar. Petugas kemudian mencocokkan data tersebut dengan buku kendali penyaluran sebelum menyerahkan bantuan satu per satu,” pungkas Gusti.













