Ruteng, Ekorantt.com – Seorang siswi Sekolah Dasar Katolik (SDK) Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami cedera kaki setelah tertimpa reruntuhan tembok gedung sekolah saat terjadi gempa susulan pada Senin, 21 September 2026.
Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, pada 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB.
Siswi tersebut bernama Rosledia Angkang (12), warga Kampung Sambi, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara.
“Kami sudah laporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Camat Lamba Leda Utara, Emilianus Arjenit pada Selasa pagi.
Ia berkata, Rosledia mengalami cedera setelah tertimpa reruntuhan tembok ketika masuk ke dalam ruangan kelas.
“Korban mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan tembok ketika masuk ke dalam ruangan kelas untuk mengambil sapu,” terang Emilianus.
Berdasarkan catatan medis, Rosledia mengalami trauma tumpul pada kaki kiri akibat benturan.
Kini, Rosledia telah mendapatkan pelayanan kesehatan dan menjalani perawatan jalan.
“Rosledia sudah mendapatkan pelayanan rawat jalan,” ujarnya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 10 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,37° LS; 120,58° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 29 km Timur Laut Ruteng.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-arc Thrust.
“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian dikutip dalam rilis BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.













