Waibakul, Ekorantt.com – Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka menilai koperasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia pun mengapresiasi kehadiran Kopdit Pintu Air di Sumba Tengah. Kopdit Pintu Air, kata dia, merupakan lembaga sosial-ekonomi yang mengusung misi pemberdayaan.
“Koperasi menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka akses permodalan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi kecil untuk mengembangkan usaha produktif sesuai dukungan potensi yang ada,” tutur Marthinus saat peresmian Kopdit Pintu Air Cabang Anakalang di Desa Anajaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut dia, kehadiran Kopdit Pintu Air secara langsung telah membantu pemerintah melalui penyediaan fasilitas permodalan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Sumba Tengah.
Ia mengajak masyarakat agar memanfaatkan produk layanan yang tersedia di Kopdit Pintu Air demi memperbaiki kehidupan ekonomi rumah tangganya masing-masing.
“Bergabung dahulu menjadi anggota dan menabung. Hanya dengan cara itu kesempatan memperoleh pinjaman terbuka luas,” kata Marthinus.
Acara peresmian diawali dengan perayaan misa syukur yang dipimpin RD. Ferdianus Gato Ma dari Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Weetabula.
Dalam kotbahnya, Romo Fred berkata, dalam kehidupan sehari-hari manusia tentu saja selalu merasa miskin dan tidak berkecukupan.
Penyebabnya menurut dia, karena keterbatasan akses. “Masalah terbesar manusia saat ini bukan karena ketiadaan berkat, melainkan tersumbatnya jalur jalan untuk kita menikmati berkat itu.”
Ia menjelaskan, dalam filsafat, manusia dipandang sebagai makhluk yang senantiasa berupaya mencapai kepenuhan hidup.
Menurutnya, kegagalan seseorang sering kali bukan disebabkan oleh ketiadaan tujuan, melainkan karena tidak menemukan akses atau jalan yang tepat untuk mencapainya. Oleh karena itu, akses menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia.
Ia menambahkan, persoalan akses tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan kehidupan duniawi, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual.
Dalam ajaran Injil, kata dia, Yesus Kristus hadir untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah yang terputus akibat dosa. Dosa dipandang telah menutup jalan keselamatan bagi manusia, sedangkan Kristus datang untuk membuka kembali akses tersebut.
Hal yang menarik adalah cara yang digunakan Tuhan untuk menghadirkan keselamatan. Tuhan tidak mengandalkan kuasa-Nya semata, melainkan memilih jalan pelayanan dan karya nyata sebagai sarana untuk menjangkau serta menyelamatkan umat manusia.
Menurut Romo Fred, pengurus dan manajemen Kopdit Pintu Air sedang menjalankan karya pelayanan melalui misi sebagai seorang pelayan.
Kopdit Pintu Air harus menjadi saluran untuk menyalurkan berkat bagi banyak orang. Kopdit Pintu Air menjadi sungai yang bukan saja menampung air tetapi juga sungai yang mengalirkan air.
Kopdit Pintu Air bukan menjadi wadah atau lembaga yang sekadar menampung, kata Romo Fred, tetapi juga sekaligus sebagai penyalur berkat bagi anggota.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano dalam sambutannya mengatakan, koperasi bukan kumpulan uang, tetapi kumpulan orang-orang yang saling percaya untuk membangun ekonomi secara bersama.
Ia bilang, koperasi hendaknya tidak dipandang sebagai lembaga yang hanya menghimpun dana. Namun melalui koperasi orang-orang yang bergabung menjadi anggota mendapatkan akses melalui berbagai produk layanan.
