Puluhan Petani Flores Timur Bakal Ikut Magang Hortikultura di Soe

Anton berkata, daerah Soe merupakan proyeknya Krisna Foundation atas dukungan GIZ. Petani di sana telah sukses mengembangkan hortikultura meski di lahan tandus yang bertekstur kapur.

Larantuka, Ekorantt.com Pemerintah Kabupaten Flores Timur bakal mengirim 80 petani untuk mengikuti magang dan pelatihan hortikultura di Soe, Timor Tengah Selatan, NTT.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen mengatakan pelatihan dan magang difasilitasi oleh Plan International dan GIZ sebesar Rp200.000.000. Lewat dukungan dua lembaga itu, para petani segera berangkat sedianya pada 8 Juni 2026.

“Kita tidak membebankan APBD, ini dari Plan International dan GIZ disalurkan dan dikelola Krisna Foundation. Kita tak pegang uangnya,” kata Anton kepada Ekora NTT pada Senin, 25 Mei 2026.

Anton berkata, daerah Soe merupakan proyeknya Krisna Foundation atas dukungan GIZ. Petani di sana telah sukses mengembangkan hortikultura meski di lahan tandus yang bertekstur kapur.

Keberhasilan petani Soe mengubah lahan tak subur, jelas Anton, menjadi motivasi Pemkab Flores Timur untuk terus mendorong dan mengembangkan petani setempat.

“Soe memang layak menjadi lokasi studi. Keberhasilan mereka dalam mengubah tantangan itu yang luar biasa,” tuturnya.

Menurut Anton, akses pasar strategis bagi para petani kini terbuka lebar dengan hadirnya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan tinggi MBG berpeluang menggerakkan ekonomi pedesaan jika diikuti dengan langkah yang tepat dan terukur.

“Misalnya sawi hijau, brokoli, tomat, cabai dan lain-lain merupakan tanaman yang punya pasar jelas yakni di dapur SPPG,” ucap Anton.

Anton menambahkan, petani Soe dampingan Krisna Foundation rata-rata memiliki penghasilan Rp 2,5 juta per bulan. Hal ini diklaim mampu mengentas kemiskinan, pengangguran, hingga menambah daya ketahanan pangan.

Ia mengaku pelatihan hortikultura berpeluang berlanjut ke Sikka, kabupaten tetangganya Flores Timur. Rencana ini berpeluang ditindaklanjuti.

“Ke depan bisa ke Maumere atau tempat lain. Barusan saya dikontak teman anggota DPRD di Sikka soal kemungkinan itu,” tandasnya.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA