Kupang, Ekorantt.com – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengapresiasi kepada Kopdit Pintu Air karena telah menjadi penggerak nyata ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt berkata, koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi merupakan sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Menurutnya, kehadiran KSP Kopdit Pintu Air telah membantu masyarakat melalui pembiayaan pendidikan, pengembangan usaha kecil, hingga peningkatan kesejahteraan anggota.
“Pemerintah Kota Kupang sangat berterima kasih karena KSP Kopdit Pintu Air secara nyata telah mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Koperasi ini bukan hanya berbicara, tetapi sudah berbuat selama 31 tahun dengan menjaga komitmen pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jeffry saat menghadiri peresmian kantor cabang ke-62 dari KSP Kopdit Pintu Air di Jalan M. Praja, Kelurahan Alak, akhir Mei lalu.
Ia juga mengapresiasi konsistensi KSP Kopdit Pintu Air yang terus berkembang dari sebuah desa kecil hingga memiliki jaringan pelayanan di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, menjaga konsistensi pelayanan dan kepercayaan masyarakat jauh lebih sulit dibanding sekadar membuat komitmen.
Jeffry berharap kehadiran kantor baru itu semakin memperluas akses layanan keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Alak dan sekitarnya.
Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menjelaskan, perjalanan koperasi yang berdiri sejak tahun 1995 itu dimulai dari kelompok kecil masyarakat desa yang dibangun atas semangat solidaritas dan saling membantu.
Menurutnya, tujuan utama koperasi bukan semata mencari keuntungan, tetapi membangun kesejahteraan bersama melalui gerakan ekonomi rakyat yang inklusif.
“Hari ini KSP Kopdit Pintu Air telah memiliki lebih dari 503 ribu anggota di seluruh Indonesia dengan total 129 jaringan pelayanan, mulai dari kantor cabang, kantor cabang pembantu hingga kantor kas,” jelasnya.
Jano juga mengajak masyarakat membangun budaya menabung dengan pola hidup sederhana, yakni mendahulukan tabungan sebelum pengeluaran.
Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi salah satu kunci utama peningkatan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab dan semangat pelayanan dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Menurut Jano, koperasi harus hadir sebagai sarana pemberdayaan masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun golongan.
Ketua Komite Cabang Alak, Bibiana Tasi, dalam laporannya menyampaikan bahwa peresmian kantor cabang tersebut menjadi momentum penting dalam mendekatkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat di wilayah Alak.
Ia menjelaskan, KCP Alak awalnya merupakan bagian dari Cabang Kupang, namun berkembang menjadi cabang tersendiri seiring meningkatnya jumlah anggota dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Bibiana mengungkapkan, ketika berdiri pada 15 Maret 2023, jumlah anggota baru mencapai 1.013 orang dengan aset Rp12,2 miliar. Hingga April 2026, jumlah anggota meningkat menjadi 2.657 orang dengan total aset mencapai Rp31,4 miliar.
Selain itu, saldo simpanan saham tercatat lebih dari Rp7 miliar, saldo non-saham mencapai Rp9,9 miliar, dan pinjaman beredar menembus Rp9 miliar lebih.
Bibiana berharap kehadiran Kantor Cabang Alak semakin memperkuat pelayanan, pendampingan usaha dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota terus membangun koperasi dengan rasa memiliki, tanggung jawab dan semangat perjuangan bersama.
