Bekasi, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air mendorong tiga strategi dalam mengembangkan usaha anggotanya. Ketiga strategi yang dapat dipertimbangkan koperasi, yakni kebutuhan, peluang, dan kesiapan organisasi.
Dorongan itu disampaikan Avanti Fontan salah satu pemateri dalam dialog ‘peluang dan tantangan Kopdit Pintu Air’ yang diselenggarakan dalam rangka peresmian Kopdit Pintu Air Cabang Kampung Sawah, Bekasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Avanti Fontana sendiri adalah dosen, trainer, dan konsultan manajemen inovasi serta kewirausahaan. Dalam paparan materinya pula, ia menyentil beberapa hal yang perlu diperhatikan koperasi kredit.
Pertama, kemitraan dengan pelaku usaha. Menurut Avanti, koperasi dapat menjajaki kerja sama dengan UMKM, pemasok, maupun penyedia jasa untuk memperkuat pemasaran, pengadaan, distribusi, dan akses pasar.
Jalur ini, kata dia, memungkinkan koperasi mempelajari kebutuhan pasar tanpa langsung menanggung seluruh beban investasi.
Kedua, pengembangan ekosistem usaha anggota. Koperasi dapat membantu anggota yang memiliki usaha produktif melalui pendidikan, pendampingan, penguatan jaringan, serta hubungan dengan calon mitra maupun pasar.
Ketiga, pembentukan entitas usaha terpisah atau spin-off. Pilihan ini dapat dipertimbangkan apabila peluang pasar telah terbukti, model bisnis dinilai layak, sumber daya tersedia, serta aspek hukum dan tata kelolanya memenuhi ketentuan.
Pembentukan spin-off bukan langkah otomatis setiap kali muncul peluang baru. Kemitraan maupun proyek percontohan dapat menjadi langkah awal untuk menguji pasar sekaligus mengendalikan risiko.
Salah satu contoh yang dibahas adalah pengembangan ekosistem UMKM anggota. Dalam skema tersebut, anggota dapat berperan sebagai produsen yang memperoleh pendampingan, kurasi produk, akses pasar, dan hubungan dengan mitra.
“Manfaat yang diharapkan antara lain peningkatan kualitas produk, efisiensi transaksi, perluasan jaringan pemasaran, serta pembelajaran usaha,” jelas Avanti.
Sebagai contoh, apabila terdapat kebutuhan pasar yang memadai, koperasi dapat menjajaki kerja sama pengadaan atau agregasi produk anggota untuk mempertemukan produsen dengan pembeli.
Namun, lanjut Avanti, gagasan tersebut masih merupakan ilustrasi konseptual, bukan program yang telah dikonfirmasi berjalan di Kopdit Pintu Air.
Karena itu, pemetaan kebutuhan anggota, identifikasi mitra, pengujian permintaan pasar, dan studi kelayakan tetap perlu dilakukan sebelum suatu model usaha dikembangkan lebih jauh.

