Dedikasi Tinggi dan Tulus Mengabdi Bagi Masyarakat

Maumere, Ekorantt.com – Menyebut nama Benyamin Rambe Tapun, atau yang akrab dengan sapaaan  Ben Tapun bukanlah sesuatu yang asing bagi warga Kabupaten Sikka, terutama masyarakat Kecamatan Alok.

Sosok kelahiran Watugong,  24 Agustus 1951 itu merupakan mantan tenaga pengajar yang andal dan memiliki dedikasi tinggi dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Tutur katanya yang ramah serta suka bertegur sapa membuat suami dari Elisabeth Mensia ini memiliki kekhasan tersendiri.

Bahwasannya dia adalah sosok sederhana dan gemar bergaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu.

Dalam sebuah perjumpaan dengan Ekora NTT, dia mengisahkan bahwa melakukan aktivitas sosial telah jadi semacam kewajiban bagi dia.

iklan

Setiap waktu, usai pulang dari sekolah, dia pasti selalu mengisi waktu luang dengan membaur bersama masyarakat sekitar.

Mulai dari kegiatan di lingkungan RT/RW, kelurahan, kecamatan, bahkan hingga sampai pada level kabupaten, semuanya telah dia lakoni secara baik dan bertanggungjawab.

Sebagai misal, dia sering menyampaikan ide ataupun usulan perjuangan dari masyarakat kelurahan serta kecamatan pada forum-forum Musrenbang kecamatan dan kabupaten.

Tentu saja, perjuangannya juga menghimpuni nasib sesama profesi guru.

Semenjak diangkat menjadi guru negeri pada tahun 1977,  Ben Tapun pernah dipercayakan untuk mengemban jabatan pada beberapa sekolah.

Sebut saja Wakil Kepala STM/SMKN I Maumere, Kepala SMKN Talibura, Ketua Komite Sekolah Dasar  Kabupaten Sikka, Ketua MGMP/PMP SLTA Kabupaten Sikka dan penatar P-4 tingkat SLTA Kabupaten Sikka.

Dan kini, setelah mengakhiri masa tugas sebagai  guru (pensiun) tahun 2011 silam, ayah dari 5 orang anak ini pun membulatkan tekad untuk ikut serta dalam kontestasi pemilu 2019.

Dia memilih masuk ke dalam partai besutan Jenderal Wiranto, yakni Hanura (Hati Nurani Rakyat).

Melalui Hanura, dia tentu  bersaing untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten  dengan nomor urut calon 4 dari Dapil I yang meliputi kecamatan Alok, Alok Barat, Alok Timur dan Palue.

Pilihan tersebut tentu bukanlah ajang senang-senang belaka atau sekadar cari pamor.

Pasca pensiun dari guru, Ben Tapun betul-betul sungguh terlibat secara langsung di tengah masyarakat.

Kiprahnya menyasar juga pada masyarakat-masyarakat di berbagai kecamatan, terutama di seputaran Alok, Alok Barat, Alok Timur dan Palue.

Dia selalu terlibat dalam kegiatan pembangunan secara umum maupun dalam bidang kesehatan, yakni pernah sebagai duta kebersihan serta aktif dalam membina kerukunan antarumat beragama dalam Kota Maumere.

Kepada media ini, Ben Tapun menyatakan bahwa melalui kursi DPRD dirinya akan berbuat lebih banyak lagi bagi semua lapisan  masyarakat.

Tidak terkecuali nasib rekan-rekan seprofesi dahulu.

Namun, tentu saja kepentingan semua masyarakat adalah landasan utama, terutama  bagi mereka yang menitipkan suara padanya.

Menganut filosofi “Tanam Tuai”, Ben Tapun tentu bisa menjadi wakil rakyat yang punya hati nurani, cerdas dan memiliki prinsip demi kemaslahatan masyarakat banyak.

Meskipun terdapat banyak calon anggota DPRD  dengan berbagai partai yang ada,  dirinya  mengakui bahwa apa yang telah dibuatnya selama ini pasti  telah terpatri dalam hati dan sanubari masyarakat.

Namun, dia tidak merasa percaya diri berlebihan.

Dengan tulus dan rendah hati, dia pun berharap agar masyarakat bisa memilihnya kelak, terutama di daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi kecamatan Alok, Alok Barat, Alok Timur dan Kecamatan Palue sehingga dia bisa duduk di gedung Kula Babong periode 2019-2023 dan memperjuangkan nasib masyarakat Sikka.

Tak ayal, dia pun mencanangkan sebuah motto, “Aku bahagia bila dapat membahagiakan kamu yang mengutus aku”.

Sebuah motto yang brilian dan tentu saja mengandung tanggung jawab besar bila terpilih nantinya.

TERKINI
BACA JUGA