Ende, Ekorantt.com – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga mengapresiasi langkah Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melegalkan moke khas NTT menjadi minuman yang siap diperdagangkan.

Moke dengan label Sophia menurut AMAN Nusa Bunga adalah salah satu kekayaan milik NTT yang sudah saatnya mendapat tempat yang sejajar dengan minuman beralkohol lainnya.

Hal ini dikemukakan Ketua AMAN Nusa Bunga, Philipus Kami kepada para awak media pada Selasa (11/5).

Menurut Philipus, moke adalah minuman yang menjadi pemersatu, lambang persaudaraan dalam berbagai ritus budaya.

“Kami dari AMAN Nusa Bunga sangat mendukung dan memberi apresiasi yang besar kepada Gubernur NTT atas kebijakannya melegalkan moke jadi minuman yang berlabel dan dapat diperdagangkan,” jelasnya.

Lebih jauh Philipus mengharapkan, para bupati tiap-tiap kabupaten di NTT ikut mewujudkan upaya Gubernur memperdagangkan moke khas NTT sebagai brand yang bakal menjadi besar.

Pihaknya pun mendorong agar pemerintah serius mengelolah minuman lokal ini, baik produksi sampai pada pemasaran sehingga tidak berdampak bias pada penggunaannya.

Beldis Selestina, salah satu aktivis AMAN Nusa Bunga juga menyatakan pendapatnya. Menurutnya, dengan melegalkan moke berarti upaya untuk memproduksi moke itu akan tetap lestari oleh para petani moke.

“Intinya adalah semua petani moke musti diakomodir agar bisa menjual mokenya kepada Pemerintah Provinsi NTT. Jangan ada semacam monopoli para petani moke dari wilayah tertentu saja yang dibeli. NTT ini provinsi kepulauan yang banyak sekali petani mokenya jadi bisa dipertimbangkan dan diatur oleh pihak Pemerintah,” tutur Beldis.

Ia juga berharap agar Pemerintah Provinsi NTT terus bersosialisasi kepada masyarakat untuk tetap membudidaya tanaman enau, lontar dan kelapa yang menjadi bahan dasar untuk menjawabi keberlanjutan produksi moke.

Untuk diketahui, proses penyulingan moke yang dibeli dari petani nanti akan diproses di laboratorium Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.

Dan salah satu distributor yang akan mendistribusikan moke dengan merk Sophia ini adalah PT. NAM.

Menurut Kepala Biro Humas NTT, Marius Jelamu, dalam waktu mendatang, distribusi tidak hanya dimonopoli PT. NAM.

Distributor lain yang juga berkompeten akan diberi kepercayaan juga oleh pemerintah.

“Jadi tidak monopoli satu distributor tunggal saja,” demikian tutur Marius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here