Anjangsana Alma, Bentuk Kepedulian pada Kaum Disabilitas

Maumere, Ekorantt.com – Sebagai wadah aksi sosial kemanusiaan yang sejak 2014 berfokus pada pendidikan anak-anak Sekolah Dasar di Flores yang berkekurangan, Shoes For Flores kembali melaksanakan project sosial mereka yang ke-23 pada Sabtu, 9 Maret 2019.

Project yang diberi nama “Anjangsana Alma” ini dilaksanakan di Panti Asuhan Santo Aloysius (Panti Asuhan Alma), binaan Yayasan Bhakti Luhur yang dikelola oleh Susteran Alma. Semua tata acara dilaksanakan di dalam Aula Lepo Tagang Paulus Janssen, CM, yang masih berada di dalam kawasan Yayasan.

Yayasan Bhakti Luhur yang menaungi Panti Asuhan St. Aloysius sendiri sudah berkarya di Maumere sejak tahun 1989. Dengan visi (Menjangkau yang Tak Terjangkau) dan misinya (Menjangkau yang Tak Terjangkau melalui Community Based Rehabilitation (CBR)), lembaga ini berfokus pada pelayanan terhadap kaum disabilitas dan yang terkucilkan.

Keberadaannya yang mulai dari Panti Asuhan St. Aloysius dan Sekolah Luar Biasa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) menunjukkan bukti nyata dari visi-misi yang diusung oleh yayasan ini.

Menurut Sr. Pauline, Alma selaku Kepala Susteran Alma dan Panti Asuhan St. Aloysius, terdapat 45 orang anak yang tinggal di dalam panti dan terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari yang berusia balita hingga yang mengenyam bangku SMA-LB (Sekolah Menengah Atas – Luar Biasa).

iklan

Sehari-harinya, kehidupan anak-anak di Panti Asuhan dibantu oleh sembilan orang tenaga perawat dan sembilan orang biarawati (Suster). Selain di daerah Wairklau, Maumere, Susteran Alma pun memiliki Panti Asuhan yang berlokasi di Desa Nita, Maumere.

Adapun fokus dari project Shoes For Flores kali ini adalah anak-anak Panti Asuhan Santo Aloysius, Maumere sendiri.

Dengan demikan, acara “Anjangsana Alma” ini menjadi semacam respons Shoes For Flores terhadap permintaan resmi dari Susteran Alma-Maumere kepada Shoes For Flores agar dapat mengunjungi anak-anak Panti Asuhan Alma. Kegiatan ini merupakan kali ke-23 sekaligus pertama kalinya Shoes For Flores mengadakan project bagi anak-anak di dalam kota Maumere.

Segala bentuk perencanaan dan persiapan bagi acara ini mulai dilakukan Shoes For Flores sejak awal Februari 2019. Shoes For Flores ingin agar konsep acara yang dikemas nanti tidak hanya sekedar pemberian donasi saja, namun lebih dari itu, “Anjangsana Alma” dibuat juga sebagai wadah kolaborasi sosial dan kreasi bagi beberapa komunitas anak muda di Maumere.

Demi merealisasikan niat tersebut, Shoes For Flores mulai menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan beberapa komunitas, hingga akhirnya Komunitas KAHE dan Komunitas Huruf Kecil mengamini ajakan Shoes For Flores untuk berkolaborasi menyukseskan gelaran ini dan sepakat untuk bergerak bersama dalam satu tim.

Selain persiapan yang dilakukan seperti menggodok konsep acara, tim “Anjangsana Alma” pun gencar mengumpulkan donasi lewat dua sistem, yaitu penjualan tiket dan crowdfunding lewat kanal rekening Shoes For Flores, yang publikasinya dilancarkan baik lewat sosial media resmi milik komunitas maupun para relawan.

Terkait penjualan tiket, tim membagi ke dalam dua jenis tiket, yakni tiket seharga Rp. 100.000,- yang berhadiah tempe hasil olahan Susteran Alma, dan tiket seharga Rp. 150.000,- yang berhadiah DVD Album Pop Rohani karya anak-anak Panti Asuhan Alma.

Pada saat hari pelaksanaan pada tanggal 9 Maret 2019, acara ini dimulai pada pukul 16.00 WITA dan dibuka kegiatan menggambar dan mewarnai bersama anak-anak dari para pengunjung maupun anak-anak panti oleh Komunitas Huruf Kecil.

Kegiatan ini secara langsung dipimpin oleh Qikan selaku ketua Komunitas Huruf Kecil. Sebanyak 20 orang anak terlibat aktif dalam menggambar objek-objek yang berada di sekitar area Lepo Tagang Paulus Janssen, CM. Sambil menunggu anak-anak mewarnai di luar gedung, para orang tua dan pengunjung mengunjungi Mini Bazar dan juga bisa melihat Pameran Karya Seni hasil anak-anak Panti Asuhan Alma.

Di dalamnya para pengunjung juga dapat menjumpai lukisan wajah Soekarno dari daun pisang, lukisan kelinci dari kertas, seni pahat dari bambu dan kayu, dudukan lampu dari susunan potongan kayu kecil, dan masih banyak lagi.

Anjangsana Alma pun menjadi ajang bagi anak-anak panti untuk menunjukkan talenta mereka. Meskipun mereka diliputi keterbatasan fisik maupun mental, aksi yang mereka tunjukkan di hadapan pengunjung patut diapresiasi.

Sebagai contoh, pertunjukkan Pantomim berjudul “Terjun Payung” dari Reivan, siswa tuna wicara kelas 3 SMA-LB Alma yang aksinya memukau penonton. Reivan sendiri pernah mencicipi manisnya ajang kreasi seni tingkat nasional dan sempat meriah juara pertama. Selain Pantomim, anak-anak Alma pun menampilkan modern dance, pertunjukkan seni suara, dan musikalisasi puisi.

Sementara itu mini konser dari Anak Cabang Band, live painting dari Qikan Komunitas Huruf Kecil, musikalisasi dari Komunitas KAHE, serta Aksi Teater dari Studio Teater KAHE juga semakin memberikan warna yang meriah bagi Anjangsana Alma kali ini.

Di penghujung acara, tim mengumumkan hasil donasi yang terkumpul serta pemberian bantuan pendidikan secara simbolis berupa seragam, sepatu, dan Kotak P3K dari Shoes For Flores untuk 74 anak-anak Alma.

Dari hasil penjualan tiket (pre-order maupun on the spot), penjualan karya seni pada pameran, dan crowdfunding lewat kanal rekening Shoes For Flores, tim “Anjangsana Alma” berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 22.958.000,- , yang semuanya diserahkan langsung kepada Susteran Alma pada hari Senin, 11 Maret 2019. Dari kegiatan “Anjangsana Alma” diharapkan tumbuh rasa solidaritas, kepedulian dan semangat berbagi terutama kepada kaum disabilitas, miskin dan yang terkucilkan di Maumere. (Mikael Jefrison Leo)

TERKINI
BACA JUGA