Bambu, Potensi Ekonomi Kreatif Masyarakat Ngada

Bajawa, Ekorantt.com – Pohon bambu ternyata memiliki manfaat yang begitu banyak. Bambu bisa menjadi bahan pembuatan rumah, alat musik tradisional juga perkakas atauapun aksesoris lainnya.

Salah seorang warga Jerebu’u, Kecamatan Jerebu,u, Kabupaten Ngada, bernama Markus Lina, bahkan mengolah bambu untuk dijadikan pena.

Pria yang sering disapa Koslin Bambu itu sudah menghasilkan banyak pena yang terbuat dari bambu.

Ia menyebutkan, pena bambu tersebut memiliki dampak yang besar bagi kehidupan ekonominya. 1 batang bambu bisa menghasilkan jutaan rupiah.

“Pena yang saya buat ini akan dijual dengan harga Rp10.000,00/buah,” ungkapnya kepada Ekora NTT dalam kegiatan Workshop dan Pagelaran Seni Musik Bambu Festival Inerie, Kamis (4/7/2019).

iklan
Pena bambu, hasil kerajinan tangan Markus Lina.

Markus menjelaskan, sejak tahun 2014, dirinya mencoba mengolah bambu yang ada untuk membuat kalung, gelang dan pena.

Hingga sekarang, Markus pun terus memanfaatkan bambu untuk membuat gelang dan pena.

Ia berharap, kegiatan workshop di Kampung Wogo, Kecamatan Golewa mampu menghasilkan kelompok-kelompok baru untuk menggunakan bambu secara baik seperti membuat gelang dan pena.

Adapun Asisten 1 Bupati Ngada Heronimus Ruba Watu mengatakan, promosi kegunaan bambu perlu digalakkan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei di tingkat nasional, Kabupaten Ngada memiliki 10 jenis bambu yang perlu dilestarikan, ditingkatkan, dikembangkan.

10 jenis bambu tersebut sudah dicatat di tingkat nasional.

Heronimus mengajak masyarakat mengolah bambu untuk menghasilkan sesuatu yang produktif. Misalnya, bambu menghasilkan keramik seperti yang dilakukan oleh Yayasan Bambu Lestari di Denpasar. Masyarakat Kampung Wogo juga diajak menjaga bambu agar tetap lestari.

Selain itu, bambu tidak hanya dimanfaatkan untuk membuat rumah, tetapi juga bisa menciptakan alat musik. Bambu menjadi salah satu sumber potensi ekonomi masyarakat Ngada.

“Pemerintah tidak pernah melihat ini sebagai satu-satunya pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Sejak awal, pemerintah dengan masyarakat mempromosikan bambu di Ngada supaya lebih dikenal luas. Saat ini, kita boleh menyaksikan bambu menjadi alat musik dan manfaatnya pun bisa meningkatkan sumber ekonomi masyarakat Ngada,” katanya. (Adeputra Moses)

TERKINI
BACA JUGA