Program “The Gade Clean and Gold” Pegadaian, Ubah Sampah Jadi Emas

Maumere, Ekorantt.com – PT Pegadaian membuat terobosan kreatif mengajak masyarakat berinvestasi emas melalui sampah yang dikumpulkan. Program edukasi ini diberi nama “The Gade Clean and Gold, Memilah Sampah Menabung Emas.”

Demikian disampaikan pimpinan PT Pegadaian Cabang Maumere, Anwar, S.Sos, MM kepada EKORA NTT di kantor Pegadaian Cabang Maumere, Senin (29/9/2019).

“Bangunan The Gade Clean and Gold berukuran 8 x 7 meter yang berlokasi di samping kiri pintu masuk Pasar Alok Maumere sudah mencapai 90 % dan pada tanggal 8 Agustus 2019 akan diresmikan. Pembangunan menelan dana Rp 250 juta dan akan dilengkapi sarana dan prasarana berupa komputer, printer, meja dan kursi kerja, lemari besi dan dua kendaraan roda tiga,” bebernya.

Jebolan Magister Manajemen Universitas Negeri Mataram ini mengatakan, dipilihnya Pasar Alok Maumere sebagai lokasi program karena pasar merupakan tempat pertemuan pembeli dan penjual yang punya konsekuensi timbulkan sampah. Selain itu, lokasi pasar juga dilihat sebagai bagian dari pendekatan pelayanan.

“Selain berjualan atau berbelanja, sampah juga dikumpulkan dan dari hasil penjualan sampah, uangnya dimasukkan ke rekening tabungan emas,” lanjut Anwar.

iklan

Dia juga menjelaskan bahwa program ini murni datang dari dari PT Pegadaian, tetapi pelaksanaan akan diserahkan kepada Pemda Kabupaten Sikka. Dalam hal ini kelurahan ataupun lembaga-lembaga yang mempunyai keahlian khusus dalam mengelola sampah.

“Kita serahkan kepada Pemerintah untuk merekrut manajer dan koordinator sampah dan karyawan-karyawan.”

Dan tujuan utama dari program ini ialah membangun mindset masyarakat tentang sampah yang selama ini dilihat sebagai barang kotor dan menjijikkan.

“Masyarakat harus sadar bahwa permasalahan yang sekarang dihadapi adalah sampah. Sampah bukan sesuatu yang jorok. Mengedukasi masyarakat untuk sadar sampah yang tadinya tidak bernilai dan dianggap tidak berguna bisa diubah menjadi emas. Tidak membakar sampah tetapi memilahnya berdasarkan jenis sampah kemudian menjualnya. Dengan ini, kita menyadarkan masyarakat bahwa program ini dapat meningkatkan ekonomi dan juga mengedukasi masyarakat dalam berinvestasi,” beber Anwar.

Sementara itu, Direktris Bank Sampah Flores (BSF) Susilowati Koopman, yang akrab disapa Susi, ketika dihubungi EKORA NTT, mengapresiasi terobosan kreatif yang mendukung program pemerintah pusat, yakni “Menuju Indonesia Bersih”.

Selama ini, demikian Susi sampaikan, masyarakat belum memahami pemanfaatan sampah yang ada di sekitar mereka. Mereka belum tahu bahwa sampah yang kotor itu dapat menghasilkan uang.

“BSF sudah 5 tahun bergulat dengan sampah dan penyadaran masyarakat. Kita siap  mendukung dan bekerja sama dengan PT Pegadaian dan diharapkan dapat mengatasi persoalan sampah. Sehingga dapat mengubah pola pikir masyarakat akan sampah yang bisa mendatangkan uang dan emas,” ujar Susi.

PT Pegadaian Cabang Maumere sendiri, di samping mengusung visi bisnis, juga mengedepankan visi sosial lewat program CSR untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

Selain adakan bangunan di pasar Alok, PT Pegadaian juga mengucurkan bantuan sebesar Rp60 juta untuk sumbangan pembangunan masjid di Nangahale dan gereja di Nangahure dengan. Masing-masing Rp30 juta.

Perlu diketahui, “Program Memilah Sampah, Menabung Emas di atas merupakan program nasional yang pertama kali diluncurkan di Desa Setia Asih, Bekasi, Jawa Barat. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah sehingga terus dikembangkan ke beberapa daerah di Indonesia.

Yuven

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA