Berkunjung ke Rote dan Nikmati Daya Pikat Pantai-Pantainya

Ba’a, Ekorantt.com – Rote merupakan sebuah daerah yang terletak di selatan Indonesia. Sebagai pulau, Rote memiliki sejumlah pesona alam menarik dan memanjakan mata bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Beberapa waktu lalu, EKORA NTT sempat menyambangi kabupaten yang resmi berdiri pada 2 Mei 2002 dengan nama Rote Ndao ini. Kami pun mencatat beberapa panorama alam, terkhusus wisata bahari, yang dapat disambangi Anda sekalian.

1.Pantai Bo’a

Pantai Bo’a

Pantai ini terletak di Desa Bo’a, Rote Barat. Keistimewaan Pantai Bo’a tersaji lewat ombaknya yang begitu tinggi menjulang dengan gulungan yang berlipat-lipat. Bahkan, beberapa orang menyamakannya dengan ombak-ombak di pantai Kepulauan Hawaii.

Hal tersebut barangkali berterima. Musababnya, pantai ini memang sering jadi langganan lokasi aktivitas perselancaran, bahkan yang berskala internasional. Semisal, “Lomba Selancar Rote” atau “Rote Open International Surfing”.

iklan

Di samping itu, jika menelusuri pantai ini, Anda juga akan melihat aktivitas masyarakat setempat dalam mencari siput ataupun menyemai rumput laut. Sementara pada sore hari, sihir matahari tenggelam menjadi suatu semesta keindahan yang lain.

Meskipun begitu, para pengunjung disarankan tak boleh mandi/berenang di pantai ini. Ganasnya ombak serta kepercayaan masyarakat setempat perkara adanya penghuni laut sebaiknya menjadi awasan serius.

2.Pantai Lifulada

Pantai Lifulada

Pantai Lifulada merupakan sebuah pantai yang dikelola lewat BUMDes di bawah pendampingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rote Ndao. Nama desanya, Susuen Neu Hita.

Kekhasan pantai ini ada pada batu juga bukit karang serta ceruk-ceruk gua kecil. Ada juga hamparan pusir putih sebagai arena main atau berjemur. Selain itu, beberapa fasilitas pun coba disediakan, seperti ruang ganti ataupun kamar mandi/toilet. Boleh jadi karena masuk dalam ranah kelola BUMDes, pantai ini memang coba ditata sedemikian rupa guna membuat pengunjung merasa kerasan.

Adanya tempat wisata, terutama pantai, yang dikelola oleh BUMDes ini patutlah diapresiasi. Di tengah makin minimnya akses warga terhadap ruang publik wisata terbuka akibat privatisasi atau katakanlah pacakan beton-beton pembangunan, langkah masyarakat lewat kebijakan desa termaktub seyogianya menjadi strategi antisipatif guna menghindari efek buruk modernisasi pada masa mendatang.  

3.Pantai Tiang Bendera

Pantai Tiang Bendera

Pada masa kolonial, di atas sebuah batu karang tepi pantai wilayah Ba’adale, pihak Belanda sering mengibarkan bendera mereka sebagai simbol hegemoni kekuasaan kala itu. Tiang bendera yang dipakai adalah sebuah cor-coran semen yang tingginya kurang lebih 2 meter.

Zaman bergerak, era kolonial selesai dan lokasi itu lantas berubah jadi destinasi pariwisata. Orang-orang mengenalnya sebagai Pantai Tiang Bendera. Awalnya pantai ini tak terlalu mendapat perhatian serius. Namun, beberapa tahun belakangan, Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, memberikan sentuhan amenitas berupa fasilitas-fasilitas publik, seperti panggung hiburan, kios cinderamata, tempat berseloroh juga spot-spot fotogenik.

Meskipun begitu, saat hari-hari tertentu, tak ditemukan petugas di lokasi termaksud. Sehingga orang bisa masuk keluar secara bebas dan melakukan aktivitas apa saja di situ.

4.Pantai Nemberala

Pantai Nemberala

Kesohoran pantai ini sudah diakui sejak lama. Bahkan, ia menjadi semacam ikon wisata bahari Rote sebelum dikenalnya wisata-wisata lainnya. Pantai yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi bersama ibu negara Iriana Widodo ini juga sangat cocok sebagai tempat menyaksikan sunset. Pemandangan matahari yang tengelam “bulat-bulat” akan semakin menarik tatkala para nelayan dan petani rumput laut muncul dari tengah laut ke arah pesisir.

Namun, area pantai ini semakin marak oleh banguan resort, vila dan hotel yang pada suatu saat memungkinkan sulitnya akses ke ruang yang lebih terbuka. Berdasarkan penuturan salah seorang warga setempat, dulu di salah satu pinggiran Pantai Nemberala terdapat sebuah lapangan bola berpasir putih. Tapi kini, lapangan itu telah raib tergusur untuk pembangunan rumah-rumah warga dan beberapa tempat penginapan.

TERKINI
BACA JUGA