Kali Wairklau Maumere Jadi Tempat Sampah

Maumere, Ekorantt.com – Berbagai jenis sampah mulai dari plastik, kardus, kertas, kaleng, hingga seng bekas berserakan di Kali Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Sebagian tertumpuk di pohon pisang dekat bahu jalan. Padahal, di kali, sudah dipasang tanda larangan membuang sampah. Larangan itu ditancapkan di pohon pisang di kali itu.

Namun, para pembuang sampah tak mau peduli dengan tanda larang itu. Mereka tetap menjadikannya sebagai tempat sampah. 

Kali Wairklau sering dimanfaafkan masyarakat sekitar untuk menambang pasir dan membangun rumah.

Sebagian pasir yang dikumpulkan warga dalam sak semen juga dijual kembali ke warga lain.

iklan

Kali Wairklau sudah lama dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar.

Hal itu disebabkan karena kurangnya bak sampah yang disediakan pemerintah.

“Bak sampah hanya satu saja. Makanya kami buang di sini dulu. Tetapi, biasanya, kalau sampahnya sudah kering, kami langsung bakar,” kata beberapa warga yang namanya tidak mau dikorankan.

Sementara itu, salah seorang warga yang sering merasakan aroma tak sedap dari Kali Wairklau meminta pemerintah harus segera menyediakan bak sampah.

“Dulu, saya sering buang sampah di sini. Tetapi, sudah ada peringatan dari pemerintah melalui Ketua RT bahwa masyarakat tidak boleh buang sampah sembarangan. Di situ kan ada tanda larangan membuang sampah di kali tersebut,” ungkapnya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo Idong dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga pada tahun 2018 menjanjikan Kota Maumere bebas sampah.

Namun, janji itu hanya terlihat pada satu bulan saja.

Setelah itu, sampah menjadi hal yang lumrah ditemui di Kota Maumere.

TERKINI
BACA JUGA