Mahasiswa UNIMOR Desak Kapolri Copot Kapolda Jawa Timur: Aksi Tolak Rasisme atas Mahasiswa Papua di Malang

Kefamenanu, Ekorantt.com – Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Timor (Unimor), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengelar aksi damai menolak rasisme atas mahasiswa Papua  di Malang, Jawa Timur, Rabu (28/8/2019).

Mereka mendesak Kapolri Tito Karnavian mencopot Kapolda Jawa Timur dan oknum anggota Polri yang terlibat dalam rasisme itu.

Mereka juga mendesak Presiden Jokowi melakukan rekonsiliasi atas rasisme yang telah terjadi.

Seperti Pembaca ketahui, kejadian rasisme atas mahasiswa Papua di Malang itu berujung pada aksi pembakaran asrama mahasiswa Papua pada 15 Agustus 2019 lalu.

Para mahasiswa menggelar aksi dengan jalan kaki mulai dari Kampus Universitas Negeri Timor hingga Bundaran Kefamenanu. Mereka membawa serta bendera merah putih.

iklan

Aksi damai yang disponsori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa(BLM)  Unimor ini juga membawa tulisan berupa tuntutan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ketua BEM Unimor Yasintus Bria dalam orasinya mengatakan, para mahasiswa turun ke jalan karena prihatin dengan kasus rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Malang.

Menurut dia, rasisme dapat memecah belah kesatuan Negara Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, dan suku.

“Tidak boleh membedakan, suku, agama, bahasa, dan ras. Harusnya tidak ada perbedaan [perlakuan berbeda atau diskriminasi, red] dalam Negara ini. Tidak boleh ada perbedaan [perbedaan perlakuan, red] terhadap warna kulit yang dapat memecahbelahkan persaudaraan dan kesatuan Negara,” ujarnya.

Yasintus Bria menyayangkan keterlibatan aparat keamanan khususnya anggota Polri yang turut berlaku rasis terhadap mahasiswa Papua di Malang.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk segera memecat Kapolda Jawa Timur dan anggota Polri yang melakukan perbuatan rasisme tersebut.

“Kami mendesak Kapolri untuk segera mencari dan menemukan dalang di balik kasus rasisme dan menghukum anggota Polri yang terlibat. Kami juga mendesak Kapolri segera menertibkan kembali tugas pokok dari pada Kepolisian RI yaitu melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat sesuai undang-undang,” tegasnya.

Ketua BLM Unimor Rofin Berkanis mendesak Presiden Joko Widodo menindaklanjuti program revolusi mental.

Dia juga meminta Jokowi mengintruksikan lembaga-lembaga pendidikan untuk memberikan pendidikan karakter yang berjiwa pancasilais.

“Kami minta Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara kembali menanamkan jiwa Pancasila lewat program revolusi mental di lembaga-lembaga pendidikan,” tandasnya.

“Kita berharap, warga Indonesia selalu mengedepankan sikap toleransi antar umat beragama, suku, budaya, dan ras dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berpedoman pada Pancasila,” ujar salah satu peserta aksi yang tidak mau namanya dikorankan. (Santos)

TERKINI
BACA JUGA