Pertumbuhan Ekonomi NTT Capai 6,36% pada Triwulan II 2019

Kupang, Ekorantt.com – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat di Aula Fernandez, Jumat (16/8/2019) mengungkapkan, secara makro, pertumbuhan ekonomi NTT Tahun 2018 sebesar 5,13%, masih berada sedikit di bawah nasional sebesar 5,17%.

Pada triwulan II 2019, pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 6,36%, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04%.

Inflasi di Provinsi NTT pada tahun 2018  mencapai 3,07%, dan masih berada dalam rentang target inflasi nasional.

Salah satu upaya menekan laju inflasi di NTT adalah dengan mewujudkan kemandirian ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas dan kuantitas serta optimalisasi pemanfaatan produk-produk lokal NTT yang telah digagas dalam wadah  “Masyarakat Ekonomi NTT”, sebagaimana yang telah dideklarasikan pada bulan Juni 2019 lalu oleh Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pelaku Ekonomi se-NTT.

Melalui Masyarakat Ekonomi NTT ini, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sementara menata pengelolaan potensi daerah, dengan melibatkan peran Koperasi, BUMDes, Bank NTT, serta Perusahaan Daerah seperti PT. Flobamor dan PT. Jamkrida NTT.

iklan

“Pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat NTT harus menjadi “tuannya perekonomian NTT” dengan menciptakan ketahanan ekonomi NTT melalui pemanfaatan produk lokal NTT dan proteksi terhadap produk lokal NTT. Setelah ketahanan lokal sudah tercapai, masyarakat Ekonomi NTT akan membidik pasar regional, nasional, bahkan internasional,” kata Viktor.

Menurut Viktor, masyarakat NTT yang unggul hanya dapat dicapai apabila kita terus berlari dan melakukan lompatan-lompatan kemajuan yang tentunya membutuhkan keiklasan, kejujuran, kerja keras, inovasi, keberanian dan ketegasan dalam bertindak.

Keberanian dan ketegasan dalam bertindak tersebut telah dilaksanakan dengan beberapa kebijakan Pemerintah Provinsi NTT

Di antaranya adalah penataan kembali Pekerja Migran Indonesia asal NTT yang telah berada di luar negeri maupun yang akan dikirim ke luar negeri, moratorium pertambangan di NTT untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dari dampak buruk pertambangan, penutupan sementara Taman Nasional Komodo selama 1 tahun untuk Konservasi Satwa Komodo dan ekosistemnya dalam rangka meningkatkan nilai wisata komodo, serta launching produk minuman Sophia untuk meningkatkan nilai produk minuman lokal NTT yang berstandarisasi.

“Kebijakan-kebijakan ini semata-mata dilaksanakan untuk mengangkat martabat masyarakat NTT, pelestarian lingkungan hidup dan yang paling utama adalah pemenuhan kesejahteraan seluruh masyarakat NTT,” jelasnya.

TERKINI
BACA JUGA