Bupati Sikka Robby Idong membuka kegiatan launching Program Bantuan Pangan Non Tunai di SCC Maumere, Selasa (8/10). YOPI/EKORANTT

Maumere, Ekorantt.com – Sebanyak 19.953 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sikka menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

BNPT merupakan program Pemerintah Pusat pengganti beras untuk keluarga sejahtera (Rastra). 

BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk dana non-tunai dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulan melalui mekanisme akun elektronik.

Dana itu hanya digunakan untuk membeli bahan pangan di warung gotong royong atau e-Warong yang bekerja sama dengan bank BRI dan Bulog.

Bupati Sikka Robby Idong pada acara launching atau peluncuran program BPNT tahun 2019 di Aula SCC Kota Maumere, Flores, Selasa (8/10) mengatakan, setiap kepala keluarga (KK) penerima akan menerima Rp110 Ribu per/bulan.

Jika diterima dalam dalam bentuk barang, maka mereka akan menerima 8 kilogram beras dan 10 butir telur ayam setiap bulan.

“Sistem penyalurannya menggunakan e-Warong. Sistem ini bisa menghindari penyimpangan atau salah distribusi. Jadi, orang tidak bohong lagi. Ini pasti tepat sasaran,” kata Robby.

Menurut Robby, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (PUSDATIN-KS) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI), di Kabupaten Sikka, terdapat 19.953 keluarga penerima manfaat (KPM) program BPNT.

KPM terdiri atas dua kelompok, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 16.768 KPM dan Program Non-PKH atau penerima murni BPNT sebanyak 3.185 KPM.

Menurut Robby, dari seluruh KPM BPNT, masih terdapat KPM yang gagal buka rekening kolektif karena ada permasalahan kelengkapan administrasi kependudukan.

Menurut dia, program ini sangat strategis dalam mencapai visi RPJMD Sikka tahun 2018-2023 karena membantu keluarga miskin di Kabupaten Sikka.

Oleh karena itu, Bupati Robby menegaskan, pertama, Dinas Sosial Kabupaten Sikka segera menganggarkan kegiatan pelaksanaan verifikasi dan validasi data terpadu secara komprehensif pada tahun 2020.

Dengan demikian, basis data terpadu kesejahteraan sosial benar-benar merupakan keluarga miskin dan tidak mampu.

KPM yang bermasalah dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dianjurkan segera melakukan pemadanan data pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka.

Kedua, BRI Cabang Maumere segera menunjuk e-Warong dengan mempertimbangkan prinsip mudah terjangkau oleh KPM sesuai dengan jumlah desa atau kelurahan di Kabupaten Sikka.

Ketiga, Bulog Subdrive sebagai penyedia komoditas pangan beras memperhatikan kualitas beras dan menyalurkannya sampai ke setiap e-Warong di lokasi terbanyak KPM serta memperhatikan kualitas beras.

Oleh karena itu, ia berharap, KPM benar-benar memanfaatkan dana tersebut untuk membelanjakan kebutuhan pangan beras dan telur.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, BPNT merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam gerakan pengentasan kemiskinan secara terpadu.

Oleh karena itu, Bupati Robby mengharapkan, semua pihak dapat bekerja sama sehingga tujuan program bisa tercapai.

Dalam kesempatan itu, Bupati Robby juga menyerahkan secara simbolis kartu bukti penerima BPNT kepada tiga orang penerima.

Hadir dalam acara itu, pimpinan sementara DPRD Sikka, Forkompimda, para asisten Setda Sikka, para staf ahli, BRI Cabang Maumere, Bulog Sub Drive Maumere, para camat, para lurah, para Kades se-Kabupaten Sikka, dan tamu undangan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here