Sangat Tidak Memuaskan, Warga Kota Mbay Keluhkan Pelayanan BLUD-SPAM Nagekeo

Mbay, Ekorantt.com – Hampir dua minggu terahkir, masyarakat Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo keluhkan pelayanan air bersih yang dilakukan pihak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Nagekeo.

Pasalnya, distribusi air bersih kepada para pelanggan dalam kota sepanjang dua minggu terakhir dinilai sangat tidak memuaskan.

Air tidak keluar di rumah warga selama dua minggu terakhir.

Hendrikus Dhalu, warga Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo kepada Ekorantt.com di kediamannya menjelaskan, berdasarkan jadwal, seharusnya, warga di wilayah tersebut mendapatkan pelayanan air bersih dari pihak BLUD-SPAM pada hari Senin, Rabu, Sabtu, dan Minggu dalam seminggu.

Namun, selama dua minggu terakhir, distribusi air tidak dilakukan sebagaimana biasanya.

Bahkan, air keluar dalam debit yang sangat kecil.

iklan

“Dalam seminggu biasa empat kali air keluar, Pak. Tapi, akhir-akhir ini, air sudah tidak keluar sesuai jadwalnya. Kalau pun keluar, kecil sekali. Untuk bisa penuh satu jerigen lima liter, bisa berjam-jam, Pak,” ungkapnya.

Menurut Hendrikus, akibat dari kondisi tersebut, warga terpaksa membeli air di mobil berukuran 1.100 liter dengan harga per/fiber mencapai Rp50.000,00.

“Kami ini bingung, Pak. Di saat air keluar tidak lancar atau debit kecil, tetapi tagihan bulanan naik dratis. Bulan kemarin saja, saya bayar Rp120.000,00. Padahal, biasa hanya 25.000,00 saja per/bulan. Kami tidak tahu apa masalahnya,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Romina Meza.

Menurut Romina, sudah hampir dua minggu terakhir, air di rumahnya tidak mengalir.

Kalau pun mengalir, debit air sangat kecil.

“Saya terpaksa bergadang malam-malam, Pak, untuk tadah air. Karena airnya mengalir kecil sekali, satu malam, saya hanya bisa dapat 1 ember bak dan beberapa liter air untuk jerigen,” ujarnya.

Romina berharap, pemerintah, khususnya pihak BLUD-SPAM, segera mencari solusi terkait persoalan yang sedang dihadapi sejumlah pelanggan BLUD-SPAM saat ini.  

Ember milik warga kosong melompong akibat air yang tidak keluar selama dua minggu terakhir.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Antonius Moti berharap, pihak BLUD-SPAM Kabupaten Nagekeo segera mengevaluasi keluhan masyarakat.

“Intinya, pelanggan harus diberi pelayanan yang maksimal. Apalagi mereka bayar kewajiban mereka tiap bulan. Saya pikir, keluhan seperti ini baik sehingga pemerintah maupun pihak BLUD-SPAM bisa melakukan evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BLUD-SPAM Nagekeo Menang Kornelis ketika dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya menjelaskan, saat ini, pihaknya sedang melakukan pembenahan jaringan air bersih di sejumlah tempat yang dilalui pipa BLUD-SPAM.

Hal ini mengakibatkan pendistribusian air ke pelanggan sedikit terganggu.

Menurutnya, kendala lain yang dialami pihaknya adalah pembongkaran pipa oleh eksavator sehingga menyebabkan jaringan air menjadi rusak.

“Kita sudah sampaikan untuk koordinasi dengan kita. Tapi, ini seolah-olah jalan lebih penting dari pada air bersih. Belum lagi kebiasaan masyarakat yang bakar sana-sini. Bahkan, ada yang kasih rusak pipa,” ujar Menang.

Menurut Menang, suplai air untuk wilayah Kota Mbay berasal dari dua mata air, yaitu Wugha-Wugha di Kecamatan Aesesa dan Lowomeli di Kecamatan Boawae.

“Kalau soal iuran yang naik dratis itu akibat ketika masyarakat buka kran air saat air tidak keluar dan lupa tutup lagi, udara masuk sehingga meteran berputar dan otomatis biayanya naik,” ujarnya.

Menang mengimbau para pelanggan selalu mematikan kran air ketika tidak sedang dipakai agar tidak terjadi pembengkakan biaya saat pembayaran.

Belmin Radho

TERKINI
BACA JUGA