Selasa, 2 Juni 2020

Generasi Anti Sampah Plastik STFK Ledalero Bersihkan Monumen Tsunami

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Paguyuban Mahasiswa Awam (PMA) STFK Ledalero dan para Frater SVD dari unit Rafael mengadakan aksi peduli lingkungan hidup di Monumen Tsunami Maumere, 17 Oktober 2019 lalu.

Kedua kelompok ini bahu-membahu membersihkan got di depan monumen Tsunami Maumere dan memungut sampah plastik sekitarnya. Adapun tema dari aksi peduli lingkungan hidup ini adalah “Kami Generasi Anti Sampah Plastik”.

Ketua PMA STFK Ledalero, Ellen Dare mengatakan, kegiatan peduli lingkungan hidup ini merupakan aksi konkret dari pemaknaan tema bulan Kitab Suci Nasional di bulan September yang lalu.

“Kami ingin menyadarkan kepada masyarakat bahwa sampah plastik itu sangat berbahaya. Namun, bukan hanya berbahaya bagi manusia, melainkan juga bagi hewan, tumbuh-tumbuhan dan tanah,” tandas Ellen.

Ellen berpesan, masyarakat mesti berinisiatif mengurangi penggunaan plastik, misalnya saat pergi belanja harus gunakan tas atau satu kantong plastik khusus.

“Sebab kalau masyarakat selalu gunakan kantong plastik dari toko-toko atau kiso-kios saat  berbelanja berarti sama saja mereka memproduksi banyak sekali sampah plastik,” tutur Ellen.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa STFK Ledalero Frater Rio Nanto mengatakan, antusiasme PMA STFK Ledalero dalam pembersihan saluran air di Monumen Tsunami Maumere dan sekitarnya patut diberi apresiasi yang tinggi.

“Mahasiswa STFK peka dan peduli dengan kondisi lingkungan yang tengah mengalami aneka krisis akut. Persoalan sampah adalah salah satu dari aneka krisis lingkungan hidup yang mengancam ekosistem kehidupan,” katanya.

Frater Rio Nanto menambahkan, kegiatan ini adalah sebentuk bukti nyata tridarma perguruan tinggi dan edukasi publik.

“PMA STFK Ledalero dan para frater SVD unit Rafael mengedukasi publik untuk memelihara hidup yang sehat dengan membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran ini perlu ditumbuhkan dan terus disebarluaskan agar masyarakat memahami betapa penting menjaga keasrian lingkungan sebagai bentuk kecintaan terhadap ibu bumi,” jelasnya.

Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman kabupaten Sikka, Hilarius Keytimu juga mengapresiasi langkah PMA STFK Ledalero dan para frater SVD unit Rafael yang telah mengadakan pembersihan di Monumen Tsunami Maumere.

“Harapannya kegiatan ini bisa diadakan lagi di hari-hari yang akan datang dan ke depannya kami akan bergerak untuk adakan sosialisasi berkaitan dengan sampah plastik,” kata Keytimu.

Cinta Lingkungan Hidup

Koordinator PMA STFK Ledalero, Pater Ignas Ledot menegaskan, latar belakang kegiatan ini adalah sebagai bentuk aksi konkret dari tema bulan Kitab Suci Nasional di bulan September. Adapun tema yang dimaksud adalah “Kabar Gembira di Tengah Krisis Lingkungan Hidup”.

“Warga Gereja mempunyai tanggung jawab untuk menjaga lingkungan hidup. Dan di dunia sekarang seluruhnya banyak orang yang memberi perhatian secara istimewa atau terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan hidup yang sesuai dengan semangat ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus,” jelas Pater Ignas.

Menurut Pater Ignas, selain sebagai kegiatan karitatif, aksi peduli lingkungan ini juga merupakan semacam kampanye cinta lingkungan hidup kepada masyarakat.

Lebih lanjut, kata Pater Ignas, kampanye cinta lingkungan kepada masyarakat erat kaitannya dengan pola hidup.

Pola hidup pertama adalah kalau pergi ke toko memakai bag/tas supaya sampah plastik dikurangi. Kedua, mereka juga mesti mulai menggunakan botol tertentu untuk isi ulang air ketika hendak bepergian atau bekerja.

Ketiga, mengurangi atau menghindari pemakaian sedotan dan sendok/garpu yang sifatnya sekali pakai. Keempat, berusaha mengelola sampah plastik secara kreatif menjadi barang-barang berguna.

TERKINI

Curi Motor Lalu Jual Lewat Facebook, Maling di Ruteng Diamankan Polisi

Ruteng, Ekorantt.com - Maling di Ruteng, Kabupaten Manggarai berhasil diamankan polisi setelah mengekspos foto sepeda motor hasil curian di grup facebook Jual Beli Barang Bekas Kota...

Ga’i Touk Temang, Mai Logu Liang e’i Wair Berung-Sikka

Maumere, Ekorantt.com - Raik norang ata bi'ang bing gai tota kobon touk temang, pati robak ene tama, mole ga'i busung beleng puli plea ata...

Dinkes Manggarai Kunjung ODGJ di Wilayah Puskesmas Dintor

Ruteng, Ekorantt.com - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di beberapa desa di wilayah Puskesmas Dintor, Kecamatan Satarmese Barat,...

9 Kasus Positif Covid-19 di Ende, 7 dari Kecamatan Nangapanda

Ende, Ekorantt.com – Tercatat ada penambahan 3 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Ende per Minggu 31 Mei 2020. Tambahan 3 kasus ini berasal dari...

BACA JUGA

“Tidak Ada Lagi Kabupaten yang Berusaha Menutup Perbatasannya”

Ekorantt.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa batasan antar-kabupaten segera dibuka. Para bupati/walikota diminta untuk membongkar kembali portal di perbatasan wilayah masing-masing. Demikian...

Dinkes Manggarai Kunjung ODGJ di Wilayah Puskesmas Dintor

Ruteng, Ekorantt.com - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di beberapa desa di wilayah Puskesmas Dintor, Kecamatan Satarmese Barat,...

BKH Bantu APD kepada Rumah Sakit dan Puskesmas di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Anggota DPR RI, Benny Kabur Harman (BKH) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) di dua Rumah Sakit dan dua Puskesmas di...

‘New Normal’ Berlaku 15 Juni 2020, Gubernur NTT Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Kupang, Ekorantt.com – Tata kelola pemerintahan dan pembangunan di seluruh NTT akan dibuka pada 15 Juni 2020. Hal ini menandai ‘new normal’ alias kehidupan...

Carlos Sara Petu: Semangat dan Motivasi Bapak Mengalir ke Saya

Ende, Ekorantt.com – Ir. Marsel Petu meninggal dunia pada 26 Mei 2019 lalu dalam usia 55 tahun. Setahun setelah kepergian bupati kedelapan Ende ini,...

26 Sampel Swab dari Manggarai Telah Dikirim ke Kupang

Ruteng, Ekorantt.com - Sebanyak 26 Sampel Swab asal Kabupaten Manggarai telah dikirim ke Laboratorium Biologi Molekuler Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.DR.W.Z Yohanes Kupang pada...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Alina M. S. Niut, Senang Jaga OTG di Tempat Karantina

Ruteng, Ekorantt.com - Wabah virus corona tidak hanya membuat kebanyakan orang takut dan cemas. Penyakit yang pertama muncul di Wuhan, China ini juga membikin...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here