Mahasiswa-mahasiswi PMA STFK Ledalero dan para frater SVD unit Rafael, Ledalero berpose bersama seusai pembersihan Monumen Tsunami Maumere, Kamis (17/10/2019)

Maumere, Ekorantt.com – Paguyuban Mahasiswa Awam (PMA) STFK Ledalero dan para Frater SVD dari unit Rafael mengadakan aksi peduli lingkungan hidup di Monumen Tsunami Maumere, 17 Oktober 2019 lalu.

Kedua kelompok ini bahu-membahu membersihkan got di depan monumen Tsunami Maumere dan memungut sampah plastik sekitarnya. Adapun tema dari aksi peduli lingkungan hidup ini adalah “Kami Generasi Anti Sampah Plastik”.

Ketua PMA STFK Ledalero, Ellen Dare mengatakan, kegiatan peduli lingkungan hidup ini merupakan aksi konkret dari pemaknaan tema bulan Kitab Suci Nasional di bulan September yang lalu.

“Kami ingin menyadarkan kepada masyarakat bahwa sampah plastik itu sangat berbahaya. Namun, bukan hanya berbahaya bagi manusia, melainkan juga bagi hewan, tumbuh-tumbuhan dan tanah,” tandas Ellen.

Ellen berpesan, masyarakat mesti berinisiatif mengurangi penggunaan plastik, misalnya saat pergi belanja harus gunakan tas atau satu kantong plastik khusus.

“Sebab kalau masyarakat selalu gunakan kantong plastik dari toko-toko atau kiso-kios saat  berbelanja berarti sama saja mereka memproduksi banyak sekali sampah plastik,” tutur Ellen.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa STFK Ledalero Frater Rio Nanto mengatakan, antusiasme PMA STFK Ledalero dalam pembersihan saluran air di Monumen Tsunami Maumere dan sekitarnya patut diberi apresiasi yang tinggi.

“Mahasiswa STFK peka dan peduli dengan kondisi lingkungan yang tengah mengalami aneka krisis akut. Persoalan sampah adalah salah satu dari aneka krisis lingkungan hidup yang mengancam ekosistem kehidupan,” katanya.

Frater Rio Nanto menambahkan, kegiatan ini adalah sebentuk bukti nyata tridarma perguruan tinggi dan edukasi publik.

“PMA STFK Ledalero dan para frater SVD unit Rafael mengedukasi publik untuk memelihara hidup yang sehat dengan membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran ini perlu ditumbuhkan dan terus disebarluaskan agar masyarakat memahami betapa penting menjaga keasrian lingkungan sebagai bentuk kecintaan terhadap ibu bumi,” jelasnya.

Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman kabupaten Sikka, Hilarius Keytimu juga mengapresiasi langkah PMA STFK Ledalero dan para frater SVD unit Rafael yang telah mengadakan pembersihan di Monumen Tsunami Maumere.

“Harapannya kegiatan ini bisa diadakan lagi di hari-hari yang akan datang dan ke depannya kami akan bergerak untuk adakan sosialisasi berkaitan dengan sampah plastik,” kata Keytimu.

Cinta Lingkungan Hidup

Koordinator PMA STFK Ledalero, Pater Ignas Ledot menegaskan, latar belakang kegiatan ini adalah sebagai bentuk aksi konkret dari tema bulan Kitab Suci Nasional di bulan September. Adapun tema yang dimaksud adalah “Kabar Gembira di Tengah Krisis Lingkungan Hidup”.

“Warga Gereja mempunyai tanggung jawab untuk menjaga lingkungan hidup. Dan di dunia sekarang seluruhnya banyak orang yang memberi perhatian secara istimewa atau terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan hidup yang sesuai dengan semangat ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus,” jelas Pater Ignas.

Menurut Pater Ignas, selain sebagai kegiatan karitatif, aksi peduli lingkungan ini juga merupakan semacam kampanye cinta lingkungan hidup kepada masyarakat.

Lebih lanjut, kata Pater Ignas, kampanye cinta lingkungan kepada masyarakat erat kaitannya dengan pola hidup.

Pola hidup pertama adalah kalau pergi ke toko memakai bag/tas supaya sampah plastik dikurangi. Kedua, mereka juga mesti mulai menggunakan botol tertentu untuk isi ulang air ketika hendak bepergian atau bekerja.

Ketiga, mengurangi atau menghindari pemakaian sedotan dan sendok/garpu yang sifatnya sekali pakai. Keempat, berusaha mengelola sampah plastik secara kreatif menjadi barang-barang berguna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here