Kamis, 9 Juli 2020

Kisah Sendu Nenek Lusia bersama Enam Cucunya, Bertahan Hidup di Rumah Reyot

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Sendu, mengharukan, memprihatinkan adalah ungkapan yang pas ketika memotret kehidupan nenek Lusia Lue (74) di Kampung Woja, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Menyaksikan dari dekat rumahnya bikin hati sedih. Pasalnya, atap rumah bocor, dinding rumah dari halar (cincangan bambu) sudah berlubang-lubang dan sudah dimakan rayap. Tidak ada WC (toilet) dan kamar mandi.

Nenek Lusia hidup menjanda dan bertahun-tahun bertahan hidup di sebuah rumah reyot bersama enam cucunya yang ditinggal pergi ayah ibu mereka.

Ke enam cucunya adalah Maria Sofia (20), peserta didik kelas XII SMA Negri 2 Maumere, Maria Elma Nona ( 18), peserta didik SMK Sint. Gabriel Maumere, Yohan (17) putus sekolah SMP kelas VIII SMP Negeri 3 Nangahure, Raja, putus sekolah di kelas III Sekolah Dasar, Nius Kelas II SDK Ona dan Nia yang belum sekolah.

Saat ditemui Ekora NTT awal November 2019 lalu, janda asal Desa Lidi-Palue ini tidak bisa berbahasa Indonesia dan hanya menggunakan bahasa Palue yang diterjemahkan kedua cucunya Sofi dan Elma.

Ia mengungkapkan, kehidupan bersama 6 cucunya memprihatikan yang serba kekurangan. Bertahan hidup dengan dana PKH yang diterima sebesar 1 juta rupiah perbulan, ia harus mengurus makan minum dan biaya sekolah keenam cucunya.

Nenek Lusia Lue hidup bersama keenam cucunya di Woja, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka

Sofi dan Elma kepada Ekora NTT secara polos mengungkapkan, kedunya sering tidak masuk sekolah.

“Kalau uang oto tidak ada kami tidak ke sekolah. Kalau sudah beberapa hari tidak sekolah nenek sering pinjam uang di tetangga untuk sewa oto,” ungkap Elma peserta didik kelas XII SMK Sint Gabriel ini dengan mata berkaca-kaca.

Sementara Sofi peserta didik Kelas XII SMA Negeri 2 Maumere mengakui tidak pernah minder dengan kehidupan yang memprihatinkan ini.

“Kami menjalani hidup ini dengan tidak berputus asa walau harus tinggal dengan Oma berusia senja ini. Kami tetap senang walaupun tidak ada uang untuk beli lauk pauk, makan dengan garam pun saya dan adik-adik tidak pernah mengeluh. Itulah kenyataan hidup,” ungkap Sofi, si sulung.

Sofi mengatakan, mereka selalu menggunakan WC tetangga. Untuk konsumsi air bersih, mereka mengambil di bak umum yang tidak jauh dari rumah.

“Kami punya satu kamar tidur hanya untuk anak wanita. Sedangkan adik yang laki- laki setiap malam tidur di rumah teman,” ujar Sofi.

Sofi dan Elma mengatakan “Kalau memang Tuhan menghendaki kami berdua lulus SMA maka kami akan mencari kerja di Maumere. Tidak mungkin kami pergi jauh dari Oma. Siapa yang akan memperhatikan dia?” kata mereka.

Nenek Lusia mengharapkan bantuan dari Pemda Sikka untuk memperbaiki rumahnya. Rumahnya dibangun tahun 1992 dan belum pernah diperbaiki karena ketiadaan dana.

Menurut tetangga, Wisrance Toji, yang setiap hari hidup berdampingan dengan Nenek Lusia mengungkapkan, kehidupan nenek Lusia dan enam cucunya sungguh memprihatinkan dibandingkan keluarga-keluarga lain di wilayah tersebut.

Namun satu hal yang patut beri jempol, kata Toji, walapun Nenek Lusia dan keenam cucunya hidup dalam kesusahan tetapi mereka aktif dalam kegiatan rohani baik di KBG maupun paroki.

Yuven Fernandez

TERKINI

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...

BACA JUGA

Berebut Kursi Wabup Ende, PKB: Terlalu Dini Kita Bicara Nama Figur

Ende, Ekorantt.com - Tensi politik di Kabupaten Ende kembali memanas. Mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Ende, tujuh partai koalisi pendukung paket Marsel-Djafar belum menemukan...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Kisah Perawat Charolin di Pulau Palue, Nikmatnya Mabuk Laut hingga Naik Turun Gunung

Maumere, Ekorantt.com - Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin. Dara 28 tahun ini adalah...

Cerita Sukses Niko Beoang: Siapa Bilang Beternak Babi Itu Mahal?

Larantuka, Ekorantt.com - Bekerja sebagai pegawai kantor dan duduk manis di ruangan kerja memang menjadi rebutan bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Frans Nikolaus...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Maria P. Yulianti, Rimbawati yang “Betah Berlama-lama di Hutan”

Maumere, Ekorantt.com - Maria Paulina Yulianti, akrab disapa Ully. Sejak tahun 2009 lalu menjadi staf di Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Unit Pelaksana Teknis...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here