Senin, 6 Juli 2020

Dua Desa di Talibura Masih Terisolasi, Warga Naik Bukit sejauh 8 Km Cari Sinyal

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Desa Lewomada dan Desa Wailamung di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, masih terisolasi. Setiap kali hendak berkomunikasi dengan sanak famili di luar desa, warga mesti jalan kaki sepanjang 8 kilometer naik Bukit Waerolen di Dusun Bao Klemot arah barat menuju Desa Nebe untuk mencari sinyal di sana.

”Kami di sini sangat sulit dapat sinyal HP. Kalau kami perlu bicara dengan keluarga atau anak kami di luar desa, kami mesti jalan kaki dari desa sepanjang 8 kilo untuk cari sinyal di Bukit Waerolen,” tutur beberapa ibu yang ditemui Ekora NTT di ruas jalan Desa Wailamung, Jumat (22/11).

Warga mengisahkan, jarak 8 kilometer ditempuh oleh warga yang tinggal di Desa Wailamung. Sementara itu, warga di Desa Lewomada, yang jaraknya kurang lebih 4 kilometer dari Desa Wailamung, mesti menempuh jarak 12 kilometer. Pada malam hari sekalipun, mereka nekat jalan ke bukti untuk mencari sinyal itu apabila ada kejadian penting seperti berita kematian, kecelakaan, atau urusan uang sekolah anak yang ada di luar Desa Wailamung.

“Kami sangat sengsara, Pak Wartawan. Jadi, tolong tulis dan sampaikan ke Bapak Bupati agar bisa perjuangkan untuk kami,” pinta ibu-ibu seraya minta nama mereka jangan ditulis.

Kepala desa Wailamung Markus Muksin ketika ditemui Ekora NTT di rumahnya di Dusun Baokremot, Jumat (22/11 2019) pukul 19.00 Wita membenarkan keluhan warga. Sinyal HP memang sangat sulit diakes.

”Benar. Kami setiap waktu kalau mau komunikasi dengan kekuarga atau urusan dinas mesti naik bukit sinyal,” katanya.

Dia memaparkan, Desa Wailamung berjumlah 430 KK. Setiap rumah punya HP lebih dari satu. Sejak HP masuk Maumere, orang Wailamung dan Lewomada tidak pernah menikmati akses komunikasi via internet, apalagi media sosial. Untuk membangun komunikasi dengan sanak famili di luar desa, biasanya dibikin janjian waktu siang atau malam sehingga saat telepon atau SMS lancar.

Muksin mengatakan, di Desa Lewomada, pihak Telkomsel dari Flores Timur pernah datang membangun tower. Namun, entah mengapa, tower dibongkar lagi.

Menjawab Ekora NTT terkait upaya yang dilakukan pemerintah desa, Markus Muksin menjelaskan, pada setiap penggalian gagasan dalam musyawarah dusun, masyarakat selalu mengatakan bahwa mereka butuh sinyal HP. Menurut dia, pihaknya sudah membahas usulan itu dalam Musrenbangdes setiap tahun. Namun, hasilnya nihil.

Muksin berharap, Surat Kabar Ekora NTT bisa mewartakan aspirasi masyarakat Wailamung dan Lewomada. Warga menghendaki, pemenuhan akses masyarakat kepada komunikasi dan informasi menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sikka.

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

SWI Temukan 105 ‘Fintech Peer To Peer Lending’ Tanpa Izin

Kupang, Ekorantt.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Kisah Perawat Charolin di Pulau Palue, Nikmatnya Mabuk Laut hingga Naik Turun Gunung

Maumere, Ekorantt.com - Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin. Dara 28 tahun ini adalah...

Tertimbun Longsor Tebing, Seorang Penambang Pasir di Manggarai Tewas

Ruteng, Ekorantt com – Longsor tebing di Penggalian Pasir Cunca Durang, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai membawa petaka. Pasalnya, Alexander R....

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...

Jumlah Pemilih di Kabupaten Ende Mencapai 170.183 Orang

Ende, Ekorantt.com – Jumlah pemilih di Kabupaten Ende mencapai angka 170.183 orang. Hal ini dikemukakan Ketua KPU Ende, Adolorata Maria Da Lopez Bi dalam...

Urus Sampah Kota, Pemkab Ende Kekurangan Petugas Penyapu Jalan

Ende, Ekorantt.com – Persoalan sampah di wilayah perkotaan selalu menjadi sorotan. Demikian yang dialami juga di Kota Ende, Kabupaten Ende. Setiap harinya, Kota Pancasila menghasilkan...

Aset Kopdit Hiro Heling Mendekati 30 Miliar Rupiah

Maumere, Ekorantt.com – Aset KSP Kopdit Hiro Heling mendekati 30 miliar rupiah. Sekarang ini, asetnya mencapai Rp28.874.189.874. Tersebar di sejumlah Kabupaten di NTT, jumlah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here