Salah seorang warga Wailamung, Maria Goreti menunjukkan hasil kerajinan tangannya kepada seorang wisatawan lokal, Yoris Eman. ANO/EKORANTT

Maumere, Ekorantt.com – Desa Lewomada dan Desa Wailamung di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, masih terisolasi. Setiap kali hendak berkomunikasi dengan sanak famili di luar desa, warga mesti jalan kaki sepanjang 8 kilometer naik Bukit Waerolen di Dusun Bao Klemot arah barat menuju Desa Nebe untuk mencari sinyal di sana.

”Kami di sini sangat sulit dapat sinyal HP. Kalau kami perlu bicara dengan keluarga atau anak kami di luar desa, kami mesti jalan kaki dari desa sepanjang 8 kilo untuk cari sinyal di Bukit Waerolen,” tutur beberapa ibu yang ditemui Ekora NTT di ruas jalan Desa Wailamung, Jumat (22/11).

Warga mengisahkan, jarak 8 kilometer ditempuh oleh warga yang tinggal di Desa Wailamung. Sementara itu, warga di Desa Lewomada, yang jaraknya kurang lebih 4 kilometer dari Desa Wailamung, mesti menempuh jarak 12 kilometer. Pada malam hari sekalipun, mereka nekat jalan ke bukti untuk mencari sinyal itu apabila ada kejadian penting seperti berita kematian, kecelakaan, atau urusan uang sekolah anak yang ada di luar Desa Wailamung.

“Kami sangat sengsara, Pak Wartawan. Jadi, tolong tulis dan sampaikan ke Bapak Bupati agar bisa perjuangkan untuk kami,” pinta ibu-ibu seraya minta nama mereka jangan ditulis.

Kepala desa Wailamung Markus Muksin ketika ditemui Ekora NTT di rumahnya di Dusun Baokremot, Jumat (22/11 2019) pukul 19.00 Wita membenarkan keluhan warga. Sinyal HP memang sangat sulit diakes.

”Benar. Kami setiap waktu kalau mau komunikasi dengan kekuarga atau urusan dinas mesti naik bukit sinyal,” katanya.

Dia memaparkan, Desa Wailamung berjumlah 430 KK. Setiap rumah punya HP lebih dari satu. Sejak HP masuk Maumere, orang Wailamung dan Lewomada tidak pernah menikmati akses komunikasi via internet, apalagi media sosial. Untuk membangun komunikasi dengan sanak famili di luar desa, biasanya dibikin janjian waktu siang atau malam sehingga saat telepon atau SMS lancar.

Muksin mengatakan, di Desa Lewomada, pihak Telkomsel dari Flores Timur pernah datang membangun tower. Namun, entah mengapa, tower dibongkar lagi.

Menjawab Ekora NTT terkait upaya yang dilakukan pemerintah desa, Markus Muksin menjelaskan, pada setiap penggalian gagasan dalam musyawarah dusun, masyarakat selalu mengatakan bahwa mereka butuh sinyal HP. Menurut dia, pihaknya sudah membahas usulan itu dalam Musrenbangdes setiap tahun. Namun, hasilnya nihil.

Muksin berharap, Surat Kabar Ekora NTT bisa mewartakan aspirasi masyarakat Wailamung dan Lewomada. Warga menghendaki, pemenuhan akses masyarakat kepada komunikasi dan informasi menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sikka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here