Proyek Drainase di Cibal Barat Diduga Asal Jadi, Warga Kesal

Ruteng, Ekorantt.com – Pengerjaan saluran drainase di Desa Golo Woi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, baru sebulan dikerjakan, tanda-tanda kerusakan sudah mulai nampak.

Tak heran warga setempat kesal dan berang. Salah satu warga Desa Golo Woi, Herman Numpar saat ditemui pada Rabu (4/12/2019) mengaku kecewa dengan sistem pembangunan saluran drainase yang dikerjakan PT. Safari.

“Sangat disayangkan, Pak. Padahal baru dibangun. Tapi sudah mulai rusak. Ini hanya seolah-olah seperti obat penyembuh sementara,” ungkap Herman.

Menurut Herman, semestinya pengawas yang berkompeten harus ada saat pengerjaan saluran drainase sehingga fungsi pengawasan berjalan.

“Bila ada kerusakan atau salah perngerjaan, maka segera diperbaiki. Tapi ini tidak. Selama ini kita tidak pernah lihat ada pengawas di sini. Kontraktor jadi kerja sesukanya,” tutur Herman.

iklan

Sementara itu, Wensislaus Gasu, yang juga merupakan warga setempat menjelaskan, ada hal yang aneh dari cara pengerjaan saluran drainase yang satu paket dengan proyek  hotmix dari Kampung Raci, Desa Wae Codi menuju Desa Golo Woi, Kecamatan Cibal Barat ini.

“Yang pertama, pak, lantai di bagian bawah, kelihatanya tidak ada batu. Langsung pasir saja. Kami punya pengalaman mengerjakan selokan di sini tahun lalu. Pada bagian paling bawah untuk lantainya ada batu sehingga kuat. Ini tidak. Tapi mungkin teknisnya seperti ini, kita tidak tahu,” keluh Wensislaus.

Kerusakan tersebut menurutnya mungkin karena sistem campuran material yang tidak tepat. Campuran yang rendah memungkinkan bangunan cepat rusak. Sebaliknya jika campuranya bagus maka bangunan akan menjadi kuat.

“Selain itu, ini karena kerja lepas begitu saja tanpa ada pengawasan. Malahan, hanya menggunakan sub kontraktor. Dia kan cari untung juga. Tapi kalau seperti ini masyarakat di sini tentu menjadi korban,” tuturnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera menindak tegas kontraktor pelaksananya dan memperbaikinya

“Sebagai masyarakat, kita berharap ini dirubah lagi. Yang rusak diperbaiki dan dikerjakan. Campuran materialnya harus sesuai dengan aturan. Selain itu harus ada pengawasan dari pemerintah saat pengerjaan berlangsung,” tegasnya.

Secara terpisah, Camat Cibal Barat, Karolus Mance mengungkapkan, pihaknya akan meninjau lokasi proyek yang ada di ibu kota kecamatan itu.

“Nanti kita inventarisir semua drainase yang rusak dan kita surati kontraktor untuk segera memperbaiki. Karena sekarang belum PHO maka itu masih tanggung jawab mutlak kontraktor,” tegas Karolus.

Adeputra Moses

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA