Menderita Hidrochepalus 6,9 Kg, Bayi 4 Bulan di Sikka Tidak Bisa Dirujuk ke Kupang karena Ketiadaan Uang

Maumere, Ekorantt.com – Paulus Agustinus Karo, bayi berusia empat bulan menderita sakit Hidrochepalus. Hidrochepalus adalah kondisi membengkaknya kepala akibat penumpukan cairan di dalam rongga kepala. Paulus tampak tenang berbaring di pangkuan ibunya saat dikunjungi awak media di rumah orang tuanya di RT 09/ RW 14, Dusun Mbengu, Desa Mauloo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Sabtu (7/11).

Ketika lahir pada 10 Agustus 2019 lalu, berat badan Paulus 3,4 Kg. Pada 27 November 2019, berat badannya naik menjadi 5,3 Kg. Saat ini, berat badannya sudah mencapai 6,9 Kg.

Walau demikian, Paulus tampak tenang dan tak rewel saat ibunya membaringkannya di dalam kamar tidur berukuran kecil. Saat itu, Paulus baru saja pulang melakukan kontrol keempat di RSUD TC Hilers Maumere. Dia didampingi Kepala Puskesmas Paga, bidan desa, dan staf PKM Paga.

Bayi yang lahir dengan Hidrochepalus ini sangat membutuhkan perawatan bedah secepatnya. Namun, sayangnya, orang tua Paulus yang berasal dari Desa Mauloo, bukanlah keluarga yang berkecukupan.

Sang ayah, Marselinus Rera, adalah nelayan dengan pendapatan yang tidak menentu. Sementara istrinya, Fransiska Sidora, hanyalah seorang petani. Mereka diminta merujuk ke Kupang, tetapi tidak memiliki uang untuk melakukannya.

iklan

“Kami akan melakukan apapun untuk kesembuhan Paulus. Tetapi, kami tidak punya uang untuk membawa Paulus ke Kupang,” tutur Marsel.

Fransiska mengungkapkan, keluarganya tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat. Dia berharap, pemerintah atau orang-orang baik hati yang ada di luar sana bisa membantu biaya perawatan anaknya.

“Saya tidak kuat melihat Paulus. Setiap hari, kepalanya semakin membesar,” kata Fransiska Sidora sembari menitikkan air mata.

Fransiska menuturkan, gejala penyakit anaknya sudah terdeteksi sejak proses kehamilan. Pada saat usia kehamilan memasuki bulan ketujuh, diagnosis medis menemukan gejala pembengkakan cairan di kepala janin.

“Waktu usia kehamilan tujuh bulan itu, saya pergi USG. Dan hasilnya saat itu, Dokter Mario mengatakan, ditemukan gejala pembengkakan cairan di kepala janin,” kata Fransiska.

Kepala Puskesmas Paga Gabriel Pelo Penditi menjelaskan, penyakit Paulus ditemukan pada masa kehamilan tujuh bulan. Menurut dia, hasil USG terhadap Fransiska memperlihatkan gejala penyakit pada 20 Juli 2019 yang lalu. Karena ditemukan gejala penyakit tersebut, Fransiska melahirkan dengan bantuan operasi sesar di RSUD TC Hilers Maumere.

Menurut Gabriel, bayi Paulus lahir dengan badan 3.400. Saat pihaknya mengunjungi Paulus pada 27 November 2019, berat badannya meningkat menjadi 5.300. Saat ini, berat badannya sudah bertambah menjadi 6,9 Kg. Setelah kunjungan itu, ia langsung berkoordinasi dengan Camat Paga.

“Pak Camat langsung ke Dinas Sosial di bagian Kesra untuk bantu keluarga tersebut karena mereka ini keluarga tidak mampu,” kata Gabriel.

Gabriel mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan perawatan dan rujukan. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan rujuk sebanyak empat kali. Namun, kendalanya adalah keluarga tersebut merupakan keluarga kurang mampu. Mereka tidak memiliki KIS, PKH, dan tidak memiliki listrik.

“Kami sudah berupaya untuk kesembuhan Paulus. Kami sudah fasilitasi keluarga tersebut untuk dapat kartu KIS sementara. Anak Paulus sudah ter-include di Kartu Keluarga. Tadi, kami sudah konsultasi dengan tim medis RSUD TC Hillers Maumere ke dokter ahli Dokter Mario. Menurut Dokter Mario, Paulus harus dirujuk ke rumah sakit di Kupang,” pungkas Gabriel.

Yopi/Yuven

TERKINI
BACA JUGA