Rapat Internal Kadin Matim Bahas Sejumlah Isu Strategis, Termasuk ODGJ

Borong, Ekorantt.com – Para pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Periode 2021-2026 menggelar rapat internal perdana, pada Minggu (24/10/2021).

Dalam rapat yang digelar di Aula Hotel Kharisma Borong itu, mereka membahas sejumlah isu strategis di Kabupaten Matim, termasuk isu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Dalam rapat perdana itu, Kadin Matim membahas beberapa rancangan program kerja organisasi yang akan dibawa dalam rapat kerja (Raker).

“Hari ini kita rapat serius tapi santai, nanti akan ada yang lebih formal saat rapat kerja karena melibatkan banyak stakeholders termasuk pemerintah,” kata Ketua Kadin Matim, Maximillian Nalang Firman Demorin.

Menurut Firman, sebelum melaksanakan Raker, secara internal, Kadin Matim menyiapkan secara matang agenda dan program kerja termasuk membedah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mapping atau pemetaan potensi, peluang, hambatan dan kendala dalam iklim berusaha dan berinvestasi di kabupaten tersebut, 

iklan

“Kita juga mendiskusikan beberapa isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah, baik lokal maupun pusat seperti ODGJ, stunting, disabilitas, termasuk soal kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

“Kita akan pilah nanti, mana yang masuk ranah rekomendasi kepada pemerintah, mana yang perlu kerja sama dengan pemerintah, dan mana yang Kadin sebagai kumpulan para pengusaha bisa eksekusi langsung secara konkret di lapangan ; juga mana yang jangka pendek, menengah dan panjang,” imbuhnya.

Firman mengatakan, kegiatan awal ini juga dilakukan agar para pengurus memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kadin serta tupoksi pengurus yang telah mendapatkan mandat.

Lingko Kadin: Ruang Bertukar Gagasan

Firman menuturkan, saat ini Kadin Matim sedang melakukan terobosan melalui kegiatan yang dikenal dengan sebutan Lingko Kadin, akronim dari  lejong/lonto leok inung kopi agu Kadin: berdiskusi sambil minum kopi bersama Kadin.

Melalui Lingko, kata dia, pihaknya ingin melibatkan semua stakeholders pembangunan untuk bertukar gagasan membangun Matim ke depan.

“Ke depan Kadin akan sering berdiskusi dengan semua pihak melalui Lingko ini. Misalnya kita bahas soal lingkungan hidup, kita undang pihak Dinas Lingkungan Hidup dan diskusi bersama. Demikian juga soal perizinan atau investasi, soal UMKM, dan sebagainya, kita akan undang instansi terkait untuk diskusi bersama, juga persoalan apa saja yang berkaitan dengan agenda kerja Kadin Matim,” terangnya.

“Melalui Lingko ini, kita ingin wujudkan pembangunan kolaboratif pentahelix, sehingga semua pihak, seperti pemerintah, pengusaha, komunitas atau masyarakat, media, akademisi serta stakeholder lainnya kita undang untuk berdiskusi, karena banyak pikiran bernas itu muncul ketika kita lagi duduk berbincang santai sambil minum kopi,” tambahnya.

Menurut mantan ketua BPC HIPMI Matim itu, pembangunan sebuah daerah tidak bisa berjalan dengan baik tanpa kerja-kerja kolaboratif.

Dalam rapat perdana itu, tampil sebagai moderator Leonardus Santosa.

Hadir dalam kesempatan itu para Wakil Ketua yaitu Yuli Setiawan, Yakobus M.Aven, Paulus S.Aprianus Gagu, Herinimus Djoh Tenga, dan Maria Shelbiane Ninut.

Hadir juga para Ketua Bidang, Wakil Ketua Bidang dan anggota tiap bidang yang hampir semuanya merupakan pelaku usaha muda di Matim.

 

Rosis Adir

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA