PT Vatel Komit Selesaikan Pekerjaan Proyek BTS di Ende

Ende, Ekorantt.com – Beberapa titik proyek BTS (Base Transceiver Station) di Kabupaten Ende belum selesai, bahkan terancam mangkrak. Di Kecamatan Nangapanda, misalnya, terdapat 14 titik stasiun pemancar. Dari angka itu, sejak dikerjakan pada bulan Oktober tahun 2021, belum satu pun titik stasiun yang rampung atau 100 persen selesai.

PT Value Telecommunication (Vatel) selaku kontraktor pelaksana pun berkomitmen untuk menyelesaikan pengerjaan 59 titik proyek BTS tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Meks Sago, Admin Proyek PT Vatel wilayah Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo saat memberikan keterangan pers kepada Ekora NTT pada Jumat (22/1/2022) malam.

Meks menuturkan, pihaknya terus mendorong progres pelaksanaan fisik di lapangan. Beberapa titik lokasi belum dikerjakan karena sedang menunggu material fabrikasi yang dikirim dari Jawa melalui Ruteng.

Sementara sembilan titik yang progresnya masih nol persen disebabkan pekerjaan galian tanah masih menunggu alat berat (ekzavator) karena tidak bisa dilakukan oleh manusia.

iklan

“Kendalanya memang banyak. Selain kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan pekerjaan dihentikan sementara. Pekerjaan galian yang harus menggunakan ekzavator juga menunggu bahan fabrikasi. Prinsipnya kita bertanggungjawab dan siap menyelesaikan pekerjaan,” ujar Meks.

Sementara itu, pemborong pengerjaan BTS di Desa Mbobhenga, Temdambepa dan Malawaru, Mustowa (53) membantah pihaknya menelantarkan tenaga kerja.

Mustowa mengaku dirinya telah membayar upah tenaga kerja untuk pembangunan Tower BTS di Desa Tendarea dan desa Mbobhenga sebesar Rp30 juta dari nilai kesepakatan Rp45 juta.

“Sisa pembayaran di desa Mbobhenga akibat pekerjaan belum mencapai 100 persen. Ada buktinya semua. Saya sudah bayar ke Pa Sukar. Karena mereka berhenti kerja ya kita cari tenaga kerja lokal dan sekarang kegiatan pekerjaan sedang jalan. Prinsipnya untuk yang saya handle pasti selesai,” terang Mustowa.

Ketik diminta tanggapan terkait pelaksanaan kegiatan BTS di Kabupaten Ende, Bupati Ende, Djafar Achmad mengaku telah berkoordinasi dengan pihak BAKTI.

“Saya sudah koordinasi. Memang di tahun 2021 agak terlambat karena masalah waktu. Di awal tahun 2022, semua pekerjaan sedang jalan. Kita tetap mendorong agar pekerjaan dapat selesai,” ujar Bupati Djafar.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA