Peternak Babi di Ende Rajin Menabung di Pintu Air

Ende, Ekorantt.com – Don Ngera (47), warga Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona telah menjadi anggota Kopdit Pintu Air Cabang Ndona sejak tiga tahun lalu.

Ketika dihubungi Ekora NTT pada Rabu (20/7/2022), Don bilang ia memilih untuk menabung uang sebanyak-banyaknya di Kopdit Pintu Air.

“Saya lebih memilih simpan sebanyak-banyaknya setiap bulan,” katanya.

Dengan profesi sebagai peternak babi, Don bilang, ia juga membuka usaha kios untuk mendapatkan penghasilan sampingan yang mana akan disisipkan sebagian untuk simpan di Kopdit Pintu Air.

Sejak menjadi anggota, Don belum pernah meminjam, tetapi ia menyimpan untuk berjaga-jaga bila usahanya menghadapi kendala atau untuk menambah jumlah ternaknya.

iklan

Don juga mengatakan, dengan menyimpan, maka ia mempunyai peluang untuk meminjam dalam jumlah yang besar pada suatu saat nanti.

Hingga Juli 2022, ia memiliki simpanan Rp20.000.000, melalui Simpanan Sukarela Berjangka (Sisuka) dan Simpanan Masa Depan (Simada).

“Setiap bulan kita simpan. Belum pernah pinjam. Saya simpan saja untuk berjaga-jaga. Kami di rumah ini semua masuk anggota; orang tua juga anggota, istri juga. Kalau mau kembang lagi usaha pasti tidak sulit karena aset kita di Pintu Air sudah besar,” katanya.

Don mengaku ini sebagai bentuk investasi untuk masa depan bersama KSP Kopdit Pintu Air sebagai wujud budaya menabung dan membangun semangat gotong royong.

“Berkoperasi itu sama dengan arisan. Bedanya ini resmi dan uang kita aman dan terjamin. Apalagi di Koperasi Pintu Air, tidak ribet administrasi,” ujar Don.

Sementara itu, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Cabang Ndona, Sediska Pudji mengaku jika Donatus adalah anggota Pintu Air yang terbilang sukses.

“Dia itu peternak yang sukses. Setiap bulan dia simpan. Katanya mau pinjam tapi belum buat pengajuan,” ujar Sediska.

Sediska bilang, dari 4.325 anggota KSP Kopdit Pintu Air Cabang Ndona, mereka semua rata-rata adalah para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Hampir 50 persen anggota kita adalah pelaku usaha. Ada yang jualan di pasar, usaha sayuran, ternak babi itu lebih dominan,” terang Sediska.

TERKINI
BACA JUGA