Mulai dari Halaman Sekolah, Komunitas JPG Lakukan Aksi Nyata untuk Kelestarian Lingkungan

Maumere, Ekorantt.com – Lima peserta didik SMAS Katolik St. John Paul II Maumere menggagas John Paul Green (JPG) pada 18 Maret 2023 lalu. Komunitas ini memiliki kepedulian pada lingkungan hidup.

Ketua Komunitas JPG Maria Adelvin kepada Ekora NTT, Rabu, 31 Mei 2023 lalu, menuturkan bahwa mereka memulai aksi nyata dari lingkungan sekolah. Sejauh ini, mereka telah melakukan pembibitan dan penghijauan di halaman sekolah.

“Komunitas John Paul Green melaksanakan kegiatan penghijauan berupa pembibitan Ketapang Kencana. Bibit diambil dari Ledalero. Sudah ada 1.000 bibit pohon yang ada di halaman sekolah,” ujar Adelvin.

Selain Adelvin, empat teman lainnya adalah Krisinthia Karlita Bete, Anastasia Miskina Mayatria, Anastasia Sandriana Jengo, dan Scholastika Laura.

Mereka sedang menjalankan Program Siswa Inspiratif Anak Pembaharu Pancasila (SIAPP) dari Konferensi Wali Gereja Indonesia.

iklan

Adelvin dan teman-teman menyikapi situasi perubahan iklim sebagai hal yang serius. Komunitas JPG beranggotakan anak-anak muda milenial merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu demi kelestarian lingkungan.
“Komunitas JPG ke depan ingin menjadi perintis tanam pohon di ruang terbuka di Maumere,” tandasnya.

Pihaknya sudah merancang jadwal untuk bertemu Bupati Sikka, Roby Idong, berdiskusi tentang penghijauan Jalan El Tari Maumere. Mereka akan membagikan bibit ketapang kencana dan beberapa bibit tanaman lain seperti kari 100 bibit, tanjung 100 bibit, beringin Manila 200 bibit, anakan tabebuya 200 bibit.

“Bibit-bibit akan dibagikan kepada masyarakat. Karena banyak masyarakat yang mau menanam pohon tapi tidak punya anakan,” ungkapnya.

Satu anakan pohon, lanjut Adelvin, bisa ditukar dengan 10 botol aqua bekas yang berukuran sedang atau lima botol bekas aqua yang berukuran besar. Masyarakat juga bisa membeli seharga Rp25 ribu per bibit.

Uang hasil dari penjualan bibit, kata Adelvin, digunakan untuk pembelian polybag dan tanah berhumus untuk pembibitan yang berkelanjutan. Sedangkan untuk botol yang ditukarkan, dipakai untuk pembuatan ecobrick sebagai solusi mengatasi sampah plastik.

Guru Pembina Komunitas John Paul Green, Dion Lamanepa, mengemukakan JPG merupakan gagasan luar biasa yang berhasil menjawab isu lingkungan hidup.

“Mereka memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan yang menjawab hasil Sinode II Keuskupan Maumere dan Seruan Bapa Paus tentang Laudato Si,” kata Dion.

Kata Dion, anak-anak muda harus dididik untuk peka terhadap lingkungan sejak dini. Dan komunitas JPG menjadi wadah bagi anak muda untuk peduli lingkungan sekaligus berdikari tanpa harus meminta dari sekolah.

“Harapan sekolah juga sama, agar mereka bisa belajar untuk bisa mengorganisir komunitas yang telah dibentuk tanpa harus menunggu dari sekolah,” katanya.

Dion berharap, JPG tetap merawat visinya sebagai wadah yang merangkul para pencinta lingkungan hidup agar bekerja bersama menyikapi isu perubahan iklim.

“Ketika suatu kegiatan sudah sampai pada tahap komunitas maka saya yakin tidak akan mati,” tutupnya.

TERKINI
BACA JUGA