Jumper Jadi Kakuatan Hadapi Tantangan dan Cobaan

Maumere, Ekorantt.com – Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano menegaskan, kegiatan perayaan ekaristi Jumat Pertama (Jumper) yang dilaksanakan secara serentak di semua kantor cabang menjadi kekuatan dasyat dalam mengahadapi tantangan dan cobaan.

Secara kelembagaan, Kopdit Pintu Air sudah menjadi besar dan tentu saja akan semakin banyak tantangan yang akan dihadapi.

Bukan saja yang berkaitan peraturan dan Undang-undang yang menuntut penyesuaian seiring kemajuan zaman. Tetapi juga secara internal terus berbenah dalam pelayanan prima. Sebab, hal itu menjadi tutntutan anggota.

Oleh karena itu menurut Jano, kegiatan Jumper harus dilaksanakan dengan baik mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya.

iklan

“Menghadapi regulasi yang turus berubah, yang dibutuhkan dari kita sebagai pengelola adalah tindakan untuk menyesuaikan . Tidak perlu merasa cemas bila digoyang terus menerus, tetapi kita harus bersatu satu dalam bertindak,” jelas Jano usai perayaan ekaristi Jumper yang berlangung di Aula Sumur Yakob lantai tiga Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat, 1 Maret 2024.

Perayaan ekaristi tersebut dipimpin pastor Pembina Kopdit Pintu Air, RD. Moses Kuremas. Hadir pada kesempatan itu para pengurus dan pengawas, devisi, manajemen, dan komite cabang terdekat. Turut hadir pembina koperasi primer dan sekunder nasional mantan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga.

“Ingat pesan moral, “satu untuk semua, semua untuk satu”. Kita yang bertanggung jawab kepada masyarakat/anggota. Kita datang bukan untuk memperkaya diri tetapi kita datang untuk melayani. Karena itu layanilah dengan tulus dan sepenuh hati,” pesan Jano.

Jumper Jadi Kakuatan Hadapi Tantangan dan Cobaan1
Foto bersama anggota koor dari anak perusahaan bersama RD. Moses Kuremas usai perayaan Jumper di Aula Sumur Yakob kantor pusat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat, 1 Maret 2024 (Foto: Lukas Rudolf/Ekora NTT)

Menurut Jano, urusan Tuhan harus diutamakan, “jangan ditunda atau digantikan dengan alasan apapun. Kerja boleh hebat tetapi bila kita tidak andalkan Tuhan maka sia-sialah usaha kita”.

Pada bagian lainnya, Jano juga menyinggung soal situasi yang diahadapi masyarakat/anggota dewasa ini. Menurutnya, tahun ini curah hujan tidak merata serta tidak menentu. Cuaca panas dirasakan di mana-mana dan tentu saja akan berdampak  pada gagal panen. Hal itu akan berimbas pada kerja dan pelayanan koperasi.

Tetapi, lanjut Jano, tidak perlu khawatir atau pun takut berlebihan, karena bersama Tuhan semuanya akan baik-baik saja.

Kemudian terkait perjuangan bersama untuk mewujudkan target besar sejuta anggota  pada tahun 2025 dinilai Jano masih jauh untuk dicapai.

Bila hingga akhir Februari, jumlah anggota baru mencapai 396.500 orang, hal ini tentu sangat diperlukan kajian dan strategi baru.

Bila bulan Januari lalu 3.174 dan Februari 3.200 orang anggota baru yang direkrut, maka kondisi ini sudah tentu masih jauh dari target bulanan yang seharusnya 5.170 orang anggota baru.

“Pada pengurus komite cabang dan cabang pembantu perlu duduk bersama merancang strategi baru dan lebih serius lagi dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat,” tutup Jano.

TERKINI
BACA JUGA