Didaulatkan Jadi Ketua Harian FAN, AWK: Mari Kita Kawal Pemerintah ke Depan

Forum itu bertekad menjaga demokrasi dan mengawal jalannya pemerintahan ke depan.

Jakarta, Ekorantt.com – Ratusan aktivis lintas generasi yang berasal dari ormas mahasiswa Kelompok Cipayung mendeklarasi Forum Aktivis Nasional (FAN) di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2024. 

Forum itu bertekad menjaga demokrasi dan mengawal jalannya pemerintahan ke depan.

Hadir pada acara itu ialah para inisiator FAN antara lain, Maruarar Sirait, Muhammad Qodari, Bursa Sarnubi, dan Angelius Wake Kako (AWK). Selain itu, ada sejumlah aktivis senior, antara lain Hariman Siregar dan eks Ketua MK Jimly Asshiddigie.

Agenda perkenalan FAN dibuka oleh Ketua Umum Bursa Zarnubi yang kemudian diikuti oleh deklarasi forum yang dibacakan oleh Ketua Harian FAN Angelius Wake Kako.

iklan

Angelius mengatakan pemerintah ke depan perlu dikawal agar fokus menyelesaikan berbagai persoalan di negeri ini seperti korupsi, ketidakadilan, kemiskinan, dan jurang antara yang kaya dan miskin yang kian menganga.

“Apalagi kalau kita lihat kecenderungan pemerintahan kita dengan kekuatan yang begitu dominan di presidensial. Pemerintah butuh gerakan eksternal dan tentu diharapkan peran aktif dari para aktivis,” ujar Angelius.

“Sehingga para aktivis perlu dihidupkan semangatnya melalui api diskursus agar dapat melahirkan gagasan-gagasan untuk mengimbangi apa yang dilakukan oleh pemerintah,” tambah dia.

Tribute to Akbar Tandjung

Angelius menjelaskan FAN juga akan menggelar acara Tribute to Akbar Tandjung sebagai penghargaan atas keteladanannya dalam mengader kaum muda Indonesia. 

Menurut rencana, acara Tribute to Akbar Tandjung digelar pada Minggu, 19 Mei 2024 di Jakarta Theater.

Angelius yang juga Ketua Panitia Tribute to Akbar Tandjung mengatakan acara ini dibuat sebagai penghargaan atas ketokohan Akbar Tandjung.

“Dia memberi perhatian dan dukungan yang besar pada kaderisasi para aktivis nasional,” ujarnya. 

Figur Akbar Tandjung, lanjut mantan Ketua PMKRI Nasional periode 2016-2018 itu juga menjadi inspirasi bagi banyak aktivis di Indonesia dalam komitmen dan kecintaan pada bangsa dan negara Republik Indonesia.

Ia mengakui memiliki pengalaman pribadi terkait dukungan dari figur Akbar Tandjung sebagai seorang senior.

Saat itu, ketika menjadi Ketua PMKRI Cabang Ende pada awal 2013 Akbar sedang berkunjung ke Ende untuk sebuah acara Partai Golkar. 

“Ketika beliau ke Ende bertepatan dengan acara Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) PMKRI Ende, saya mengundang Pak Akbar dan beliau berkenan datang dan memberikan wejangan kepada para aktivis muda.”

Didaulatkan Jadi Ketua Harian FAN, AWK_ Mari Kita Kawal Pemerintah ke Depan-1 Ekora NTT
Politisi Indonesia Akbar Tandjung (Tengah) foto bersama DPC PMKRI Ende dan aktivis HMI di Pusat Pastroral Ende usai penutupan LKK pada 2013 silam (Foto: Dokumentasi pribadi/HO)

Bahkan Angelius secara pribadi mendapatkan peneguhan saat Akbar mengatakan “sebagai pemimpin organisasi di daerah saya pun memiliki peluang yang sama menjadi pemimpin nasional seperti rekan-rekan aktivis yang berada di Ibu Kota Jakarta.” 

“Lebih lanjut perhatian dan dukungan Pak Akbar masih saya alami saat saya menjadi Ketua PMKRI tingkat nasional pada periode 2016-2018,” kata Angelius. 

Politisi muda itu berterima kasih ketika dipercayakan menjadi Ketua Panitia Tribute to Akbar Tanjung.

“Ini merupakan kesempatan bagi saya secara pribadi untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada beliau,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pria yang bernama lengkap Djandji Akbar Zahiruddin Tandjung atau  lebih populer disebut Akbar Tandjung kelahiran 14 Agustus 1945 adalah seorang politikus Indonesia.

Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari 1999 hingga 2004. 

Sebagai anggota Partai Golongan Karya (Golkar), ia juga menjabat sebagai ketua umum partai dari 1999 hingga 2004, dan menjadi anggota DPR RI dari Jawa Timur dari 1977 hingga 2004. 

Akbar menyelesaikan disertasi tingkat doktor dalam bidang Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2007. 

Ia menjabat sebagai menteri di bawah mantan presiden Soeharto dan Bacharuddin Jusuf Habibie.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA