Flori Nggagur: Pengangguran di Manggarai Berpotensi Jadi ‘Bom Waktu’, Butuh Diatasi Segera

Menurutnya, pemerintah harus hadir membantu para petani dan peternak agar bisa menanam dan memelihara dalam jumlah yang banyak.

Ruteng, Ekorantt.com– Flori Santosa Nggagur atau Flori Nggagur, bakal calon bupati Manggarai, menyoroti angka pengangguran di Kabupaten Manggarai yang terbilang tinggi.

Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, setidaknya terdapat 36 ribu orang atau 11 persen penganggur dari jumlah penduduk miskin sebanyak 70 ribu jiwa pada tahun 2023.

Secara persentase, pengangguran terbuka di Kabupaten Manggarai sebanyak tiga persen. Sedangkan pengangguran tersamar atau disguised unemployment sekitar sembilan persen.

Bagi Flori, angka pengangguran yang tergolong tinggi ini berpotensi “akan menjadi ‘bom waktu’  yang bisa meledak kapan saja jika tidak diatasi.”

iklan

“Itulah tugas besar untuk mengatasi pengangguran,” terangnya saat mendaftar di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang berlokasi di Gewak-Ruteng, Kelurahan Poco Mal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada Rabu, 8 Mei 2024.

Menurut Flori, dalam keterbatasan anggaran, masalah pengangguran tidak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi termasuk masyarakat dan pihak swasta.

“Dalam beberapa tahun ke depan kita akan menghadapi ‘bom waktu’ ledakan penganggur terdidik. Banyak anak-anak muda potensial lulusan Perguruan Tinggi di Ruteng dan juga dari kota lain seperti di Jawa, Bali, Timor, dan Sulawesi yang setelah lulus kuliah juga pulang ke Manggarai dan berharap dapat pekerjaan,” urai dia.

Solusi Cepat

Flori kemudian menawarkan solusi cepat dalam bentuk intensifikasi dan ekstensifikasi pada bidang pertanian dan peternakan.

Tawaran itu adalah upaya ekstra dan strategis dalam mengentaskan serta memberdayakan 70 ribu penduduk miskin di Kabupaten Manggarai.

“Membangun Manggarai harus dimulai dari desa karena kebanyakan orang miskin ada di desa dan potensi besar juga ada di desa,” jelas Flori.

Dalam konteks pembangunan bidang pertanian dan peternakan ini, Flori menggunakan jargon ‘beda desa, beda potensi, beda program’.

Menurutnya, pemerintah harus hadir membantu para petani dan peternak agar bisa menanam dan memelihara dalam jumlah yang banyak. Sebab, Manggarai mempunyai potensi besar pada bidang pertanian dan peternakan.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA