Kupang, Ekorantt.com – KSP Kopdit Pintu Air didorong untuk mampu membangkitkan semangat anggota dari situasi sulit seperti saat ini.
Hal ini disampaikan Romo Yohanes Subani saat memimpin misa Jumat Pertama di Kantor Kopdit Pintu Air Cabang Kupang, Jumat, 7 Agustus 2026.
“Ukuran keberhasilan koperasi bukan hanya besarnya aset, tetapi berapa banyak kehidupan yang dipulihkan, berapa banyak anak yang bisa melanjutkan sekolah, dan berapa banyak anggota yang bangkit dari kesulitan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan Kopdit Pintu Air agar tidak kehilangan semangat pelayanan. Keberhasilan tidak boleh membuat lembaga lebih mengejar target daripada memperhatikan manusia.
Dalam homilinya, ia mengajak seluruh pengurus dan manajemen Kopdit Pintu Air merenungkan makna bekerja di dunia keuangan.
Romo Yohanes pun memberikan pesan refleksi sebagai bekal manajemen koperasi tersebut dalam setiap pelayanan.
“Modal terbesar koperasi bukan hanya uang, tetapi kepercayaan anggota,” tegasnya.
Selanjutnya, ia mengajak seluruh pengurus dan karyawan belajar menyangkal diri dalam pekerjaan sehari-hari. Sikap itu diwujudkan dengan tidak memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi, melainkan melayani anggota dengan penuh kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati.
“Integritas adalah memilih melakukan yang benar meskipun tidak ada seorang pun yang melihat,” ujar Romo Yohanes.
Ia melanjutkan bahwa di balik setiap pinjaman terdapat cerita perjuangan hidup anggota. Tidak sedikit anggota yang terlambat membayar angsuran karena gagal panen, kehilangan anggota keluarga, atau mengalami kesulitan ekonomi.
Karena itu, koperasi diminta tetap menegakkan aturan dengan kebijaksanaan dan hati nurani, sehingga mampu membedakan anggota yang tidak bertanggung jawab dengan mereka yang benar-benar membutuhkan pertolongan.
Terakhir, Romo Yohanes mengajak seluruh keluarga besar Koperasi Pintu Air menjadi saluran berkat bagi sesama. Ia memaknai nama ‘Pintu Air’ sebagai simbol yang mengalirkan kehidupan, bukan menahan berkat hanya untuk diri sendiri.
