Maumere, Ekorantt.com – Robby Tulus, perintis gerakan koperasi kredit sekaligus tokoh koperasi Indonesia mengunjungi Kantor Pusat Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka pada Selasa, 7 Juli 2026.
Kedatangan Robby didampingi Manajer Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Swadaya Utama, Fransiskus de Fransu. Mereka diterima oleh Wakil Ketua Pengurus I Kopdit Pintu Air Robertus Belarminus, General Manager Kopdit Pintu Air Gabriel Pito Sorowutun, dan Deputi Usaha Filgensius Siswanto Toda, serta Thasisius Amat, Deputi Pendidikan.
Wakil Ketua Pengurus I Kopdit Pintu Air, Robertus Belaminus mengatakan, Robby Tulus pernah mengunjungi Kopdit Pintu Air pada tahun 2012 lalu.
“Sehingga kunjungan kali ini boleh dibilang napak tilas untuk melihat kembali lukisan jejak perkembangan Kopdit Pintu Air,” kata Robertus.
Dalam kunjungannya Robby berpesan agar membangun kolaborasi guna menjaga sinergitas antar-koperasi. Ia menekankan adanya kerja sama dengan tetap membangun kompetisi atau persaingan secara sehat.
”Kolaborasi lintas koperasi sangat penting agar dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah, karena itu koperasi harus kuat,” ujar Robertus meniru pernyataan Robby Tulus.

dengan selendang adat NTT sesi foto bersama pengurus dan general manejer Kopdit Pintu Air di kantor pusat di Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, paga Selasa, 7 Juli 2026 (Foto: Dok. Pintu Air)
Robby menekankan pentingnya memotivasi anggota melalui pendidikan. Pendampingan harus terus dilakukan secara maksimal dan koperasi tidak boleh hanya mengurus uang.
Robby mengingatkan agar serius memperhatikan lima pilar gerakan koperasi antara lain; solidaritas, pendidikan, swadaya, inovasi, dan persatuan.
Hal lain yang dibicarakan adalah membangun kapasitas anggota. Robby berharap agar manajemen koperasi tidak terfokus pada usaha simpan pinjam saja. Koperasi harus mulai memilih usaha di luar simpan pinjam, terutama melalui sektor riil guna memanfaatkan potensi yang ada di daerah.
Robby Tulus menekankan pentingnya menjaga moral anggota koperasi. Menurut dia, koperasi tidak hanya bertugas membangun kekuatan ekonomi anggotanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong pembentukan karakter dan moral yang baik.
Karena itu, ia menilai pengurus dan manajemen koperasi perlu menjalin kerja sama dengan para pemimpin agama. Langkah tersebut dinilai penting agar anggota tidak hanya tumbuh kuat secara ekonomi dan finansial, tetapi juga memiliki kehidupan beragama yang baik.
