Suku Mulu di Ngada Gelar Ghang Bhaku W’ru, Tradisi Syukur Panen Warisan Leluhur

Untuk mengakui keberadaan masyarakat adat, lanjut Bernadinus, pihaknya juga mendorong peraturan daerah (Perda) masyarakat adat.

Bajawa, Ekorantt.com – Masyarakat adat Suku Mulu, Desa Ndekundenu, Kecamatan Wolemeze, Kabupaten Ngada, NTT menggelar perayaan syukur panen atau dalam bahasa daerah setempat menyebut Ghang Bhaku W’ru

Warisan leluhur yang dilestarikan selama bertahun-tahun lalu itu merupakan bentuk penghormatan masyarakat adat terhadap para leluhur yang dilaksanakan setiap tahun pasca panen.

“Ini budaya turun temurun di mana sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen tahun itu,” kata Ketua Suku Mulu Yohanes Wase di Wolomeze pada Selasa, 7 Juli 2026.

Dalam perayaan itu, semua anggota suku secara sukarela mengumpulkan hasil panen baik beras, kacang-kacangan, dan ubi. Aneka makan itu lalu dimasak dan dibagi kepada semua anggota suku atau warga yang hadir saat itu.

Yohanes menegaskan tidak hanya makan bersama, pada ritual itu, ratusan anggota suku juga berkumpul melakukan sejumlah evaluasi terhadap semua capaian yang sudah diraih.

“Kita juga berdoa bersama dan meminta kepada yang maha kuasa dan leluhur agar diberikan hasil ditahun berikutnya,” ujarnya.

Tujuan lain dari acara itu adalah untuk menunjukkan kepada generasi muda tentang budaya dan kebiasaan masyarakat adat.

Selain itu, untuk memperkuat rasa persaudaraan antar-anggota di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, yang ikut dalam acara syukuran itu mengatakan pemerintah terus berkomitmen mendukung setiap kegiatan untuk pelestarian budaya yang ada di wilayah Ngada.

Untuk mengakui keberadaan masyarakat adat, lanjut Bernadinus, pihaknya juga mendorong peraturan daerah (Perda) masyarakat adat.

“Regulasi ini penting untuk menjadi landasan dalam memperkuat posisi masyarakat adat,” ujar dia.

Menurutnya, posisi masyarakat adat sangat strategis dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Ngada. 

Ia mencontohkan budaya Ghang Bhaku W’ru bukan sekedar syukuran panen tapi kebiasaan itu menjadi identitas masyarakat adat  Suku Mulu.

Untuk itu, sebagai wakil kepada daerah, ia mendorong agar setiap kebiasaan dan ritual yang dilakukan dalam masyarakat adat dapat ditulis atau dibukukan sehingga bisa diwariskan ke generasi berikut.

TERKINI
BACA JUGA