Pemkot Kupang Tekan Angka Kemiskinan Lewat Program Garuda

Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra aktif dalam menyukseskan Program Garuda melalui koordinasi lintas sektor bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kupang, Ekorantt.com – Pemerintah Kota Kupang terus mengedepankan inovasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai strategi utama dalam menekan angka kemiskinan. Hal ini diyakini mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, dibandingkan hanya mengandalkan bantuan sosial.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis, 9 Juli 2026.

Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan karang taruna untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan bantuan sosial,” kata Christian.

Usai mengikuti rakor, wali kota bersama wakil wali kota meninjau stand pameran hasil karya mahasiswa. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pemanfaatan limbah di kawasan SPPG menjadi produk bernilai ekonomi, seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular.

Christian mengatakan inovasi tersebut membuktikan bahwa potensi di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi sumber pendapatan baru apabila didukung dengan pendampingan dan pemberdayaan yang tepat.

“Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya. Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra aktif dalam menyukseskan Program Garuda melalui koordinasi lintas sektor bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi ini diharapkan mampu memperluas dampak program pemberdayaan sehingga tidak hanya meningkatkan kapasitas pemuda, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Kupang.

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Sementara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan mengajak seluruh perguruan tinggi di NTT memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kemiskinan dan pengangguran.

TERKINI
BACA JUGA