Bajawa, Ekorantt.com – Kopdit Obor Mas menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi yang melanda Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Sebagai bentuk kepedulian, staf Kopdit Obor Mas Kantor Cabang Utama Ngada dan Kantor Cabang So’a menyerahkan sumbangan berupa barang kebutuhan pokok kepada warga di Desa Benteng Tawa 5, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Sumbangan ini merupakan inisiatif dari tim manajemen dua cabang di Ngada. Sumbangan yang diserahkan berupa beras, air mineral, mi instan, telur, susu, popok bayi, dan sayur-sayuran.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manajer Kantor Cabang Utama Ngada, Martonsius Juang bersama staf dan Plt. Manajer Kantor Cabang So’a, Marselina Mamo Keu bersama staf kepada Camat Riung Barat, Andreas Gabriel Timoteus Lou dan Penjabat Kepala Desa Benteng Tawa 5, Hermanus Sala.
Menurut Camat Riung Barat, Andreas Gabriel Timoteus Lou sumbangan Kopdit Obor Mas sangat berarti di tengah situasi keterbatasan warga yang belum mendapatkan bantuan setelah gempa terjadi.
“Jujur ini merupakan sumbangan pertama ke sini. Desa ini merupakan desa yang paling jauh yang berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur sehingga nyaris belum tersentuh bantuan dari luar, sehingga dengan sumbangan ini akan sangat membantu warga di sini,” tandas Andreas.
Penjabat Kepala Desa Benteng Tawa 5, Hermanus Sala bilang, terdapat 78 kepala keluarga yang terdampak gempa Flores di desa tersebut.
“Saya sebagai kepala desa mengucapkan terima kasih kepada Kopdit Obor Mas yang sudah datang membantu kami, semoga tim Kopdit Obor Mas selalu diberkati Tuhan,” kata Herman.
Manajer Kantor Cabang Utama Ngada, Martonsius Juang mengatakan sumbangan ini merupakan solidaritas dari karyawan dua kantor cabang di Kabupaten Ngada yakni kantor cabang utama Ngada dan Kantor cabang Soa, dengan dukungan dana dari General Manager KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto M. Lering.
“Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial kabupaten Ngada, kami mendapat info bahwa wilayah Kecamatan Riung Barat masih banyak yang belum tersentuh bantuan. Untuk itu kami langsung turun ke wilayah ini,” kata Marton.













