Bajawa, Ekorantt.com – Bupati Ngada Raymundus Bena meminta relawan Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat pelayanan kesehatan dan pendidikan anak pascagempa bumi Flores pada 15 Agustus lalu.
Ia menegaskan hal saat melepas relawan PMI Ngada sekaligus meluncurkan kegiatan My Medical My Adventure di Kantor PMI Kabupaten Ngada pada Jumat, 4 September 2026.
“Kita juga harus fokus di pendidikan dan kesehatan. Sehingga PMI dengan pengalamannya ini akan sangat membantu masyarakat terdampak, khususnya kaum perempuan dan anak-anak,” ujarnya.
Para relawan yang terdiri dari dokter, tenaga kesehatan, dan tim relawan daerah ini diberangkatkan ke desa-desa terdampak gempa Flores dalam rangka kegiatan kemanusiaan selama tiga bulan ke depan.
Ia mengatakan pemerintah punya perhatian serius pada sektor kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat yang terdampak gempa Flores.
Pascagempa, pemerintah gencar membantu kebutuhan sembako kepada warga. Selain itu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan obat-obatan dan peralatan kesehatan secara khusus bagi kelompok rentan seperti kaum perempuan dan anak-anak.
Ia mengapresiasi dukungan PMI mulai dari pusat hingga daerah dengan menyediakan berbagai perlengkapan kebutuhan kesehatan, perempuan dan anak-anak.
“Untuk itu saya berterima kasih kepada PMI mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Saya berterima kasih untuk usaha-usaha, kerja-kerja yang tulus untuk masyarakat Ngada,” pungkasnya.
Kepala Markas Besar PMI Pusat, Arifin, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendatangkan tim dokter dan tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada. Lewat program My Medical My Adventure, PMI berkomitmen mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.
“Masa tiga bulan kami diminta all out. Semua barang harus kosong di gudang. Selama tiga bulan ke depan kita fokus layanan kesehatan dan bantuan-bantuan,” kata dia.
Ketua PMI Ngada, Romi Juji mengapresiasi dukungan Pemkab Ngada untuk berkolaborasi dengan semua pihak termasuk PMI. Kehadiran PMI di Ngada hanya semata untuk misi kemanusiaan yang merupakan semangat dari organisasi bersimbol red cross itu.
“Kehadiran PMI di Kabupaten Ngada selain amanat undang-undang, ini juga lebih sebagai panggilan kemanusiaan untuk menyapa, melayani sesama yang membutuhkan,” terangnya.
Romi menambahkan, PMI Ngada akan membantu masyarakat terdampak dengan mendekatkan pelayanan kesehatan, mendistribusi bantuan dan terus meningkatkan kapasitas tim relawan daerah. Sehingga ke depan, tim relawan PMI daerah bisa lebih siap dalam menanggapi berbagai persoalan terkait bencana di daerah.













