Mal Pelayanan Publik Kota Kupang Bantu Warga Akses Layanan Digital

Di antara sejumlah loket pelayanan yang tersedia, loket Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Sosial terlihat cukup ramai.

Kupang, Ekorantt.com – Suasana di Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang tampak ramai pada Selasa, 1 September 2026. Ratusan warga terlihat duduk di bangku yang disediakan di setiap loket pelayanan sambil menunggu giliran.

Sebagian warga lainnya terlihat berada di sekitar gedung MPP sebelum mengambil nomor antrean untuk mendapatkan pelayanan di loket yang dituju.

Di antara sejumlah loket pelayanan yang tersedia, loket Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Sosial terlihat cukup ramai.

Warga datang dengan berbagai keperluan. Ada yang mengurus identitas kependudukan digital (IKD) di loket Disdukcapil, sementara warga lainnya mengurus pendaftaran perlindungan sosial (Perlinsos) melalui layanan Dinas Sosial.

Namun, ada pemandangan menarik di tengah aktivitas pelayanan tersebut. Sejumlah petugas MPP dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang tampak tidak hanya berada di balik meja pelayanan.

Mereka ikut turun membantu warga yang mengalami kesulitan saat mengakses layanan berbasis aplikasi. Salah satunya adalah Eli Tahun.

Di tengah ramainya antrean dan aktivitas warga di MPP Kota Kupang, bantuan sederhana dari seorang petugas seperti Eli menjadi bagian kecil dari wajah pelayanan publik yang lebih humanis.

Bukan hanya soal nomor antrean, dokumen, dan aplikasi. Ada petugas yang bersedia berhenti sejenak, mendekat, lalu membantu warga sampai mereka bisa melanjutkan prosesnya sendiri.

Dan bagi warga yang datang dengan berbagai kebutuhan, bantuan sederhana itu membuat pelayanan terasa lebih mudah, lebih ramah, dan tanpa ribet.

Eli terlihat membantu sejumlah warga yang mengalami kendala ketika menggunakan handphone untuk masuk ke layanan digital seperti Perlinsos.

“Saya hanya membantu warga memperlancar jalannya proses pelayanan di MPP Kota Kupang,” ungkap Eli kepada Ekora NTT di sela-sela aktivitasnya membantu warga.

Menurut Eli, bantuan tersebut diberikan ketika dirinya melihat ada warga yang kesulitan membuka atau mengoperasikan aplikasi Perlinsos.

Ia kemudian membantu menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar warga dapat melanjutkan proses pendaftaran.

Tidak hanya membantu penggunaan aplikasi, Eli juga mengarahkan warga yang belum memiliki IKD untuk menuju loket Dukcapil melakukan pendaftaran dan mengambil nomor antrian.

“Kalau warga belum memiliki IKD, kami arahkan untuk daftar terlebih dahulu di loket Dukcapil,” jelasnya.

Bagi Eli, membantu warga merupakan bagian dari upaya membuat proses pelayanan di MPP berjalan lebih lancar karena tidak semua warga terbiasa menggunakan aplikasi atau memahami setiap tahapan layanan digital.

“Karena itu, kehadiran kami siap membantu menjadi hal kecil yang cukup berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.

Hal tersebut dirasakan Nurlia, warga Kelapa Lima. Ia datang ke MPP untuk mengurus IKD dan pendaftaran perlindungan sosial. Ia mengaku mendapat pelayanan yang baik selama berada di MPP.

“Saya datang untuk daftar IKD dan perlindungan sosial. Pelayanannya bagus, kami diterima dengan baik,” katanya.

Hal serupa disampaikan Rosnia yang datang ke MPP untuk mengurus pendaftaran BPJS melalui program pemerintah sekaligus mendapatkan informasi terkait bantuan sosial.

Bagi Rosnia dan Nurlia, bantuan petugas membuat proses pengurusan menjadi lebih mudah. Mereka tidak harus kebingungan sendiri ketika berhadapan dengan aplikasi maupun prosedur pelayanan yang belum dipahami.

TERKINI
BACA JUGA