Putri Pariwisata Indonesia 2026 dari Ende, Bupati: Buah Ko’o Fai Nuwa Muri

Yosef juga berharap agar Carmen tidak hanya menjadi Putri Pariwisata Indonesia yang membawa nama Ende, tetapi juga menjadi suara bagi Ende.

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menyebutkan prestasi yang diraih oleh Lusia Carmenita Rosalia Lamba sebagai Putri Pariwisata Indonesia Tahun 2026 merupakan buah dari ajang ‘Ko’o Fai Nuwa Muri’.

“Saya kira inilah dampak yang timbul dari sebuah ajang yang dimulai dari ajang Ko’o Fai Nuwa Muri tahun 2025 yang dilakukan oleh kita Pemerintah Kabupaten Ende,” kata Yosef saat penyambutan Carmen di Ende, Jumat, 4 September 2026.

Prestasi membanggakan ini diraih Carmen dalam malam puncak Grand Final Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia ke-19 yang digelar oleh Yayasan El John Indonesia di Casa Grande Ballroom, Merlynn Park Hotel, Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Yosef berkata, terpilihnya Carmen sebagai bentuk nyata pemerintah daerah yang terus mendorong bakat dan minat generasi daerah.

“Tapi di awalnya banyak yang meragukan ini ajang buat apa, ini hanya buang-buang anggaran. Banyak yang justru mem-bully kita. Tapi ternyata output-nya ada, impact-nya juga ada, dan mungkin outcome buat kita semua,” jelasnya.

Ia mengaku bangga atas pencapaian yang diraih oleh Carmen. Prestasi ini, lanjutnya, bukan sekadar tentang mahkota dan penampilan fisik, melainkan bukti nyata atas daya juang, kecerdasan, serta keberanian generasi muda Ende Flores di kancah nasional.

“Hari ini kita tidak hanya menyambut seorang putri yang membawa mahkota. Kita menyambut seorang duta yang membawa nama Ende, menceritakan tanah Flores, serta membawa pesan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia, khususnya Ende NTT,” kata dia.

Oleh karena itu keberhasilan Carmen diharapkan dapat membakar semangat anak-anak muda di Ende dan NTT agar tidak merasa berkecil hati saat bersaing dengan perwakilan dari daerah lain.

“Ini dampaknya besar bagi anak-anak kita. Artinya, kita tidak perlu merasa rendah diri dengan kabupaten maupun provinsi dari luar, Karena ternyata anak Ende punya kemampuan yang unggul. Dia tidak kalah dengan yang lain,” ujarnya.

Yosef juga berharap agar Carmen tidak hanya menjadi Putri Pariwisata Indonesia yang membawa nama Ende, tetapi juga menjadi suara bagi Ende.

“Ingatlah bahwa mahkota bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah,” pungkasnya.

Carmen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjalanannya hingga meraih sebagai Putri Pariwisata Indonesia Tahun 2026.

Putri asal Kampung Nggela berkata, prestasi yang diraihnya tersebut merupakan anugerah yang diberikan Tuhan di tengah bencana yang melanda Flores.

“Terima kasih banyak buat bapa mama, buat bunda Julie Laiskodat dan Butik Levico, buat bapa bupati dan wakil bupati, buat Dekranasda Ende dan sponsor lain yang tidak bisa saya sebutkan namanya. Terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan kepada saya hingga saat ini,” ungkapnya.

TERKINI
BACA JUGA