Romo Fidel Dua Minta Guru Bahasa Inggris Terus Berinovasi

Maumere, Ekorantt.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Leading to Improve Future Teachers (LIFT) Foundation Jakarta menggelar Workshop Pembelajaran Positif dan Kontekstual Berbasis Digital di Aula Bapelitbang Sikka, pada 6-7 Desember 2019.

Workshop yang diikuti 31 guru Bahasa Inggris se-Kabupaten Sikka ini bertujuan untuk membuka wawasan guru Bahasa Inggris dalam menjawabi tuntutan Revolusi Industri 4.0.

Saat membuka workshop, Koordinator MGMP Bahasa Inggris, Romo Fidelis Dua meminta para guru Bahasa Inggris untuk terus berinovasi menerima input-input baru.

“Para guru Bahasa Inggris juga harus ada kemauan untuk mengembangkan diri terus menerus dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Romo Fidel.

Romo Fidel mengatakan, kegiatan seperti ini mahal, sangat terbatas bahkan tidak pernah dilaksanakan di Kabupaten Sikka.

Ia mengakui, di tempat lain seperti di Bajawa, penguatan kompetensi guru Bahasa Inggris rutin dilakukan setiap tahun.

“Saya sungguh menyesal karena dari 23 SMA dan 78 SMP di Kabupaten Sikka, jika setiap sekolah mengutus satu atau dua guru Bahasa Inggris pasti jumlah pesertanya mencapai ratusan orang. Tetapi faktanya hanya 31 guru yang hadir. Itulah dosa kami kepala sekolah,” ujar Romo Fidel kesal.

Sementara itu, Fasilitator LIFT Foundation Jakarta, Roby Raga Djone mengungkapkan, teknologi berkembang pesat dan sudah merambat di bidang pendidikan.

“Para guru harus beradaptasi dengan perkembangan zaman karena Bahasa Inggris kunci menggunakan teknologi,” kata Raga Djone singkat.

Terkait kegiatan workshop, Ketua MGMP Bahasa Inggris, Elisabeth Fernandez menjelaskan, para guru peserta dibekali materi diantaranya Literasi Digital, Teknologi dalam pembelajaran, Sustainable Development Goal (SDG), Penelitian Tindakan Kelas dan Simulasi Instrumen Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

TERKINI
BACA JUGA