Pangan lokal di Flores. Sumber: tripadvisor.co.id

Larantuka, Ekorantt.com – Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon, dalam membuka Lomba Cipta Menu beragam Gizi Seimbang dan Aman (B2SA) bertempat di Aula Paroki Weri, Rabu (31/7/2019) mengatakan pencegahan stunting yang sedang dilaksanakan akan sangat efektif apabila dimulai dari dalam keluarga, yaitu dengan menerapkan pola makan B2SA tersebut.

Kualitas pangan lokal dan pencegahan stunting mesti seiring sejalan dalam penanganannya. Pangan lokal harus terus dijalankan dan disosialisasikan karena pangan lokal berperan penting dalam rangka pencegahan stunting yang sedang giat-giatnya dilakukan pemerintah.

Pemerintah, sebut Bupati Anton Hadjon, sangat serius dalam pencegahan stunting mulai dari deklarasi dan sudah sampai pada launching gerobak cinta.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua PKK Kabupaten Flores Timur Ny. Lusia Barek Hadjon, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Ir. Siska Niron, Pimpinan OPD, Para Camat dan Kepala Desa, Para Ketua PKK Kecamatan, Para Peserta Lomba, dan Undangan.

“Saya mendukung setiap kerja PKK dalam hal pangan lokal, ke depannya PKK harus terus menerus melakukan sosialisasi sehingga keluarga dapat menerapkan pola makan beragam gizi seimbang dan aman tersebut,” ungkap Anton.

Sementara itu, Lusia Barek Hadjon selaku Ketua Tim PKK Kabupaten Flores Timur pun mengatakan, masih ada cukup banyak anak-anak yang menderita stunting di Kabupaten Flores Timur.

Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon membuka Lomba Cipta Menu beragam Gizi Seimbang dan Aman (B2SA) bertempat di Aula Paroki Weri, Rabu (31/7/2019),

Karena itu, PKK berupaya untuk menggerakkan masyarakat atau keluarga-keluarga untuk mengkonsumsi makanan lokal dengan pola B2SA.

“Kita sudah hidup dengan merungge yang sudah terkenal sebelum orang-orang lain mulai merasakan manfaat dari merungge sebagai pangan lokal,” katanya.

“Kita juga punya Perda No. 61 tahun 2017 tentang penganekaragaman pangan lokal, sehingga ke depannya adalah bagaimana cara membuat masyarakat untuk menghidangkan pangan lokal dengan pola B2SA di rumah tangga masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Leni da Santo selaku Ketua TP PKK Kecamatan Larantuka menyampaikan informasi bahwa peserta lomba dari Kecamatan Larantuka diwakili oleh PKK Kelurahan Sarotari sebagai pemenang dari lomba yang diadakan sebelumnya di Kecamatan Larantuka, untuk berlomba dengan pemenang-pemenang dari kecamatan lainya di Kabupaten Flores Timur.

“Kita punya jagung putih dan kuning sebagai karbohidrat. Proteinnya dari ikan, nabatinya kita gunakan tempe dan sayur, sedangkan buahnya kita pakai nenas,” tuturnya menjelaskan.

Kegiatan ini, menurutnya, dilaksanakan dalam rangka promosi pangan lokal. Karenanya, ia mengharapkan melalui kegiatan ini, keluarga-keluarga bisa membuat makanan seperti itu di rumah demi keseimbangan dalam makan. Karena satu jenis makanan saja tidak bisa menyediakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Suswati dalam laporan panitia mengatakan tujuan dari kegiatan Lomba Cipta Menu yang dikuti oleh TP, yakni demi meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan lokal melalui prinsip B2SA; mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal; dan membudayakan mengkonsumsi pangan lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here