Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong kung, Pr bersama Wabup Flores Timur Agus Boli duduk bersama di tengah-tengah resepsi pemberkatan Kapela St. Yohanes Pembaptis Riangkroko, Desa Nusanipa, Kecamatan Tanjung bunga, Minggu (28/7/2019).

Larantuka, Ekorantt.com – “Atas nama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, saya menyampaikan terima kasih kepada YM Bapak Uskup Larantuka, yang telah membantu umat di Stasi Riangkroko membangun kapela di tempat ini. Juga kepada Bapak/Ibu Donatur yang telah meringankan beban masyarakat atau umat Stasi Riangkroko.”

Demikian sambutan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli pada acara pemberkatan Kapela St. Yohanes Pembaptis Riangkroko, Desa Nusanipa, Kecamatan Tanjung bunga, Minggu (28/72019).

Misa pemberkatan dipimpin oleh Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung, Pr bersama 12 imam konselebrans dan dihadiri pula oleh Camat Tanjung Bunga Laurensius Nurat Hewen, Para Donatur dari Komunitas Peduli Kasih Jakarta, Antonius Prio Budi Santoso dan istri, Biarawan/wati dan Umat Paroki Riangpuho.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, menurut Wabup Agus Boli, setiap tahun memerhatikan dan menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah ibadah, baik untuk agama Katolik, Islam, Kristen Protestan, Hindu maupun Budha.

Memang, dari semua rumah ibadah yang ada, pemerintah tentu tidak mungkin memfasilitasi semuanya secara baik dan penuh. Ada yang berupa uang tunai dan ada juga berupa materi.

Sebab, pada sisi lain, Pemerintah dituntut untuk menyelesaikan kebutuhan dasar rakyat, berupa jalan, listik air dan sekelumit kebutuhan lainnya.

“Karena itu, kami mohon pemakluman untuk mengetahui posisi keadaan daerah ini. Kami percaya, berkat Tuhan datang melalui tangan yang mulia Bapa Uskup dan para Donatur, membantu rakyat Flores Timur atau umat dalam meringankan beban yang dipikul untuk membangun kapela ini,” ujar Boli.

Ia berharap, semoga dengan hadirnya kapela yang baru ini, setiap umat yang datang berdoa selalu membawa kedamaian dan harapan baru, sebagai cara untuk menyelesaikan konflik-konflik sosial yang tengah terjadi saat ini.

Apalagi, untuk diketahui, konflik antara Desa Nusanipa dengan Desa Waibao di Flores Timur belumlah selesai. Karena itu, lanjut Boli, semuanya butuh rasa kedamaian di dalam diri masing-masing umat, supaya ke depannya masalah-masalah yang belum terselesaikan dapat diatasi secara damai.

“Bapak ibu sekalian bisa minta pendapat Pastor Paroki, mintalah pendapat YM Uskup Larantuka, Camat, juga minta pendapat kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati, supaya kita selesaikan secara kaka ari, tidak usah sampai konflik, baku bunuh dan lain sebagainya, dan semua yang dilakukan itu harus bersumber dari gereja ini.”

Baginya, pemerintah membutuhkan situasi yang aman dan damai supaya dapat membangun daerah dengan tenang.

Berkenaan dengan ini, dia juga bilang bahwa infrastruktur jalan sepanjang 2 km belum di-hotmix. Pihaknya pun berhanji, dalam satu dua tahun ke depan akan diselesaikan. Meskipun di desa itu sendiri, pemerintah telah menyiapkan sarana air bersih.

“Kami pemerintah berusaha untuk melayani masyarakat secara baik, terutama untuk jalan, kami masih konsentrasi bangun menuju paroki baru di Koten. Tahun ini, anggaran dana 6 miliar juga belum selesai karena kondisi medannya yang cukup sulit. Karenanya dimohon bersabar,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here