Para peserta asal Kabupaten Manggarai Timur yang lolos Program Afirmasi ADIK Kemristekdikti RI sedang tatap muka bersama Wakil Bupati Manggarai Timur, beberapa waktu lalu.

Borong, Ekorantt.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia menjaring 14 siswa/i asal Kabupaten Manggarai Timur (Matim) untuk bergabung dalam Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) tahun 2019. Ke-14 siswa-siswi itu bakalan mengikuti kegiatan akademik pada beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Sebagai informasi, pada tahun akademik 2019/2020 ini, calon mahasiswa program afirmasi ADIK Daerah 3T atau biasa disebut dengan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar di Indonesia berjumlah 600 orang dengan rata-rata kuota masing-masing kabupaten sejumlah 10 orang dari berbagai disiplin ilmu atau program studi.

Manggarai Timur sendiri mendapatkan kuota 14 orang, dari 40 peserta seleksi, lewat proposal permohonan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur.

Siswa-siswi terjaring melalui proses seleksi tingkat kabupaten. Dengan tahapan administrasi dan seleksi akademik dan semuanya melalui cara online.

Wakil Bupati Manggarai Timur Jaghur Stefanus, dalam sambutan pelepasan peserta Afirmasi ADIK Kemristekdikti tahun 2019 di ruang kerja Wakil Bupati Manggarai Timur, Senin (5/8/2019), mengatakan, peserta Program Afirmasi ADIK dari Kemristekdiksti tahun 2019 merupakan Duta Pendidikan dari Manggarai Timur.

“Adik adik semua merupakan Duta Manggarai Timur di bidang Pendidikan. Kalau sudah didaulat sebagai Duta, tentunya sikap, perilaku, tutur kata dan sebagainya wajib mencerminkan sebagai sikap seorang duta. Jangan jadi duta yang memalukan, yang menjengkelkan, yang mengecewakan dan yang merusaki citra Manggarai Timur,” ujar dia tegas.

Dijelaskan Jaghur, anak-anak Manggarai Timur harus mampu bersaing di segala bidang kehidupan dan berkompetisi dengan siapa saja.

Jaghur berharap, usai mengenyam pendidikan nanti, para peserta jangan menjadi “pengemis pekerjaan”. Para calon sarjana ditantang untuk ciptakan lapangan pekerjaan agar mampu menghidupi diri sendiri atau keluarga dan mampu mempekerjakan orang lain.

Adapun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Matim Basilius Teto di depan Wakil Bupati Matim, para siswa dan orangtua siswa, menjelaskan bahwa program afirmas ADIK merupakan program pusat yang dikhususkan bagi daerah 3T di seluruh Indonesia.

Program ini, jelasnya, sangat membantu dan wajib ditaati aturan mainnya, yakni, salah satunya, para mahasiswa tidak boleh mengundurkan diri. Apabila mengundurkan diri atau pindah kampus, maka risikonya mereka harus tanggung biaya yang sudah dikeluarkan pihak pemberi beasiswa dan dipulangkan ke orangtuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here