Jumat, 29 Mei 2020

190 Mahasiswa Baru STKIP Citra Bakti Ikuti PKKMB

- Advertisement -

Bajawa, Ekorantt.com – Apel pembukaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STKIP Citra Bakti Ngada, Tahun Ajaran 2019/2020 berlangsung di Lapangan Sepak Bola STKIP Citra Bakti, Rabu (04/09/2019). Kegiatan tersebut dihadiri masing-masing koordinator Program Studi serta dosen dan seluruh civitas akademika STKIP Citra Bakti.

Tujuan umum dari kegiatan PKKMB ini juga adalah memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru untuk mempercepat adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan dan proses belajar baru di kampus STKIP Citra Bakti Ngada.

Dalam laporan ketua panitia PKKMB, Yohanes Bayo Ola Tapo, S. Pd., M. Or mengatakan, kegiatan PKKMB bertujuan menyiapkan mahasiswa baru untuk melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan juga proses belajar yang baru. Selain itu, PKKMB juga bertujuan memberikan bekal-bekal yang perlu bagi mahasiswa, demi keberhasilan mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi. 

Dikatakan Yohanes, aktivitas-aktivitas di PKKMB menjadi titik tolak pembentukan dan pembinaan idealisme para mahasiswa, terutama yang berhubungan dengan rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. PKKMB ini diharapkan dapat membangun visi para mahasiswa mengenai karakter intelektual generasi muda yang religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan berintegritas.

Visi ini akan berdampak pada terbentuknya masyarakat ilmiah dalam lingkungan kampus, dengan cendekiawan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, dan berdaya saing global sebagai penggeraknya.

Yohanes juga menjelaskan, dalam kegiatan PKKMB ini, para mahasiswa juga diberi penjelasan dan penyadaran mengenai berbagai hal yang dapat menghambat studi mahasiswa. Ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya cuti, lamanya masa studi yang tidak sesuai dengan ketentuan normal, dan bahkan putus studi atau drop out.

Hal penting lain yang juga dibahas dalam kegiatan PKKMB ini adalah revolusi industri 4.0, penanaman pemahaman tentang globalisasi, dan berbagai proses literasi data, literasi teknologi, literasi kemanusiaan dan kesiapan penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21.

Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M. Pd dalam amanat upacara mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan wajib untuk semua calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Pentingnya kegiatan ini akan kalian rasakan di beberapa hari ke depan”, kata Laksana.

Ia juga mengkonfirmasi bahwa selama empat hari kegiatan, peserta akan banyak dibekali materi mulai dari bidang akademik, kemahasiswaan,  kebangsaan, radikalisme, dan narkoba.

Untuk diketahui, peserta PKKMB berjumlah 190 mahasiswa dari enam Program Studi di antaranya, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Pendidikan Musik, Pendidikan IPA, dan Pendidikan Matematika.

Adeputra Moses

TERKINI

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

BACA JUGA

Urus Protap di Perbatasan, AMAN Minta Bupati di Flores Tanggalkan Sentimen Wilayah

Ende, Ekorantt.com - Perbedaan penerapan Prosedur Tetap (Protap) perbatasan antar-kabupaten di Flores menimbulkan pergunjingan yang panas di tengah usaha mencegah penyebaran Covid-19. Timbulnya beberapa...

Lima Panti Asuhan Terima Bantuan dari Bupati Ende

Ende, Ekorantt.com – Lima panti asuhan di wilayah Kabupaten Ende menerima bantuan dari Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad. Lima panti asuhan yang menerima bantuan...

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

‘New Normal’ Berlaku 15 Juni 2020, Gubernur NTT Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Kupang, Ekorantt.com – Tata kelola pemerintahan dan pembangunan di seluruh NTT akan dibuka pada 15 Juni 2020. Hal ini menandai ‘new normal’ alias kehidupan...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Plus-Minus Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK, M. Pd* Sejak bulan Maret hingga sekarang, Indonesia terkena imbas pandemi Covid-19, sebagaimana yang terjadi di belahan dunia lain....

Pemkab Lembata Hanya Jemput 20 Pelaku Perjalanan, Begini Alasannya

Larantuka, Ekorantt.com – Setelah dua bulan lebih terlantar di Flores Timur, pelaku perjalanan asal Kabupaten Lembata dijemput pada Jumat (22/5/ 2020). (Baca juga: Pelaku Perjalanan...

Sejarah Kegilaan di Ujung Pena E. P. da Gomez

Oleh: Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil.,M.A.* Michel Foucault menulis naskah disertasinya yang telah diedit menjadi sebuah buku saku berjudul Sejarah Kegilaan (Historie de la folie)....
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here