Kefamenanu, Ekorantt.com – Akademi Kebidanan St. Elisabeth Kefamenanu kembali mewisudakan 14 orang bidan untuk program studi Diploma III Kebidanan, angkatan ke-III Kampus Akademi Kebidanan St. Elisabeth Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Acara itu berlangsung pada Sabtu, (21/09/2019).

Dalam sambutannya, Direktur Akbid St. Elisabeth Kefamenanu, Sr. Flora Naibaho, S.ST.,M.Kes mengucapkan limpah terima kasih kepada Tuhan dan segenap civitas akademika karena setelah melewati proses yang sulit, Akbid St. Elisabeth Kefamenanu tetap berdiri kokoh, tumbuh, maju dan selalu berjuang.

Akbid St. Elisabeth Kefamenanu telah meluluskan angkatan ke-III sebanyak 14 orang. Dengan demikian lulusan dari angkatan pertama hingga angkatan ketiga telah berjumlah 38 orang. 

“Walaupun jumlah lulusan kita masih sedikit, kualitas lulusan masih selalu diutamakan,” ujarnya.

Menurut Sr. Flora, rata-rata persentase uji kompetensi lulusan Akbid St. Elisabeth Kefamenanu dari tahun 2017 hingga 2019 mencapai 93 persen.

Angka kelulusan uji kompetensi Akbid St. Elisabeth Kefamenanu masing-masing 100 persen untuk angkatan pertama, 79 persen untuk angkatan kedua dan 100 persen untuk angkatan ketiga.

“Terjadi penurunan persentase pada angkatan kedua karena ada 3 orang yang belum mengikuti uji kompetensi, 2 orang mahasiswa dari Timor Leste dan 1 orang dalam kondisi melahirkan” terangnya.

Suster Flora Naibaho, S.ST.,M.Kes menjelaskan, pada bulan Oktober 2016 Program studi Diploma III Kebidanan Akbid St. Elisabeth Kefamenanu telah terakreditasi C seturut LAM PT-Kes. Pihaknya menyadari bahwa hal itu sudah menjadi yang terbaik pada saat itu karena ada beberapa hal yang belum terpenuhi, salah satunya yaitu penilaian lulusan yang masih kosong. Pihaknya berharap instansi pemerintah dan swasta segera dapat menerima lulusan angkatan ketiga, sehingga penilaian terhadap lulusan tiga angkatan dapat segera diberikan.

“Kami berharap agar instansi pemerintah dan swasta dapat menerima dan juga memberikan penilaian pada lulusan kami. Dalam waktu dekat, kami akan berusaha me-reakreditasi prodi dan institusi. Ke depan, Akbid St. Elisabeth Kefamenanu dapat meningkatkan nilai akreditasinya menjadi huruf B,” tuturnya.

Sr. Flora juga berharap agar para bidan yang digelari ahli madya kebidanan dapat menghadapi tantangan dan persaingan saat memasuki kehidupan di masyarakat yang lebih luas khususnya membantu  pemerintah dalam kegiatan percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan daerah tidak perlu sanksi untuk menerima lulusan kami ini. Mereka telah dibekali dengan semangat yang tinggi untuk menolong dan membantu ibu dan anak sesuai dengan visi Akbid St. Elisabeth Kefamenanu. Mereka yang telah menyelesaikan studi di daerahnya sendiri akan lebih mengenal budaya dan tradisi di daerah mereka, di mana saja nanti mereka berkarya, khususnya di Timor Tengah Utara (TTU),” tandasnya.

Sr. Flora mengharapkan adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah berupa fasilitas dan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu demi perkembangan Kampus Akbid St. Elisabeth Kefamenanu ke depannya.

“Semoga nantinya kami dapat memperoleh bantuan hibah peralatan yang sungguh kami butuhkan untuk mendukung proses pembelajaran di ‘Era Industri 4.0’ ini,” harapnya.

Berkesempatan hadir pada wisuda Diploma III, Angkatan Ketiga tersebut di antaranya Kepala Bagian Kelembagaan Sistem Informasi dan Kerjasama LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar-Bali, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Ketua Ikatan Bidan Cabang TTU, Direktur RSUD Kefamenanu, Rektor Universitas Timor dan Pimpinan Konsulat Timor Leste.

Santos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here