Breaking News: Esok, 1000 Mahasiswa di Maumere akan Lakukan Aksi Tolak UU KPK!

Maumere, Ekorantt.com – Mahasiswa-mahasiswa di kota Maumere yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Gerakan Kerakyatan (AMGK) berencana melakukan long march dan demonstrasi menolak UU KPK hasil revisi yang telah disahkan. Aksi mahasiswa tersebut akan dilaksanakan esok, Kamis (26/9/2019), pukul 09.00 WITA. 

Gerakan aksi mahasiswa ini diinisiasi oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Himpunan Mahasiswa Islam cabang Maumere. Diperkirakan, akan ada sedikitnya 1000 mahasiswa yang bakal turun ke jalan.

Aksi ini adalah bentuk keterlibatan mahasiswa Maumere dalam gerakan nasional menentang ketidakadilan yang secara terang-terangan terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan Republik Indonesia. 

Sejak Selasa (23/9/2019) malam, AMGK telah menyebarkan seruan aksi melalui selebaran-selebaran digital (flyer) di media sosial, via pesan WA, Facebook, dan Instagram. Selebaran-selebaran itu gencar dibagikan dengan tujuan menggalang dukungan dari berbagai elemen mahasiswa terhadap aksi demonstrasi tersebut.

Ketika dimintai keterangan oleh ekorantt.com melalui sambungan telepon, Ketua PMKRI Maumere, Mario Fernandez dan Sekretaris HMI Maumere, Isnain selaku inisiator sama-sama membenarkan adanya rencana aksi demonstrasi tersebut.

iklan

“Seruan aksi ini memang diinisiasi oleh PMKRI, HMI dan kemudian terus berkembang. Teman-teman beberapa organda turut bergabung. Teman-teman IMM dengan seruan dan tuntutan yang sama juga akan bergabung. Memang sampai hari ini, kita sudah punya aliansi yang besar untuk turun ke jalan esok”, terang Mario Fernandez.

Mario Fernandez mengkonfirmasi bahwa sedikitnya akan ada sepuluh organisasi mahasiswa yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. Dari sepuluh organisasi mahasiswa, empat di antaranya merupakan cabang-cabang daerah (organda) dari organisasi mahasiswa nasional dan enam lainnya merupakan organisasi dan forum-forum mahasiswa di Kabupaten Sikka.

Isnain pun turut memberi keterangan terkait keterlibatan mahasiswa-mahasiswa di aksi tersebut. Menurutnya, pihak koordinator telah menerima konfirmasi dari mahasiswa-mahasiswa dari beberapa kampus di Maumere, seperti UNIPA, IKIP Muhammadiyah, STFK Ledalero, Permasi, hingga Universitas Terbuka (UT). Mahasiswa-mahasiswa dari kampus-kampus tersebut akan turut dalam aksi demonstrasi esok.

Informasi terakhir, sudah ada 600 mahasiswa yang dipastikan akan turun ke jalan dan diperkirakan jumlahnya akan terus berkembang mencapai 1000 orang.

Mario Fernandez menjelaskan, tuntutan utama dari aksi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini DPR RI dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Aliansi menilai DPR RI dan Presiden mengambil kebijakan yang tidak pro rakyat. Kebijakan itu nyata dalam pengesahan revisi Undang-Undang KPK. 

“Tuntutan utama kita adalah mendesak Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk KPK. Kita menganggap pengesahan Undang-Undang KPK oleh DPR RI yang juga disetujui Presiden tidak hanya berpotensi tetapi telah melemahkan KPK sebagai lembaga independen anti rasuah.”

Mario Fernandez menjelaskan, aksi mahasiswa akan fokus membahas UU KPK dan menunda membahas lebih jauh hal-hal yang berkaitan dengan polemik RKUHP. Iya juga menegaskan bahwa tidak ada isu lokal yang bakal disoroti secara khusus.

“Fokus tuntutan aliansi pertama, aliansi menilai bahwa ada proses pelemahan yang terjadi di KPK. Presiden Jokowi menyetujui dan menyepakati lembaga KPK harus dilemahkan. Dengan demikian ada upaya pelemahan proses pemberantasan korupsi di Republik Indonesia. Dalam artian bahwa Jokowi pro-koruptor, tidak pro-rakyat lagi. Kedua, kami menuntut jika Presiden Jokowi tidak segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, Presiden Jokowi wajib mundur dari jabatan kepresidenan” demikian ujar Mario Fernandez. 

Selaku koordinator, Mario dan Isnain memastikan bahwa aksi tersebut tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan lain di luar tuntutan-tuntutan yang bersumber dari inisiatif mahasiswa. Entah itu agenda terselubung yang bertujuan menggagalkan pelantikan Presiden RI Joko Widodo, maupun agenda-agenda politik lokal di Sikka.

Dikonfirmasi oleh Mario dan Isnain, rencananya aksi long march ini akan dimulai pukul 09.00 WITA dari pinggiran timur kota Maumere, tepatnya di sekitar kompleks IKIP Muhammadiyah. Aksi mahasiswa akan bergerak sepanjang jalan raya utama menuju kota Maumere. Selanjutnya aksi mahasiswa akan berkumpul dan melakukan orasi di dua tempat. Pertama, di depan kantor Kepolisian Resor Sikka dan kedua, di gedung Kulababong, DPRD Kabupaten Sikka. Di sana aksi mahasiswa akan menyampaikan tuntutan-tuntutannya. (eka)

TERKINI
BACA JUGA