Pelantikan Kepsek Baru SMAK Recis, Emanuel Dopo Sebut Recis Sekolah yang Terlibat

Bajawa, Ekorantt.com – SMA Katolik Regina Pacis Bajawa baru saja menggelar acara pelantikan Kepala Sekolah yang baru, yakni Bapak Hendrianto Emanuel Ndiwa, menggantikan Kepsek sebelumnya Bapak Rinu Romanus (alm.), pada hari Sabtu (28/9/2019) di lapangan basket SMAK Recis.

Pada masa pimpinan almarhum Bapak Rinu Romanus, Kepsek terpilih Bapak Hendrianto Emanuel Ndiwa menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan. Herdin juga adalah alumnus Recis yang pernah menjabat sebagai Ketua OSIS.

Acara pelantikan ini disatukan dalam perayaan ekaristi kudus, dengan mengusung tema “Melayani Penuh Sukacita”. Imam yang melantik dan mengambil sumpah adalah Ketua Yasukda RD. Silverius Betu, Pr.. Hadir pula pada saat itu yakni RD. Daniel Aka, Pr, P. Antonius Rani Radho, OCD dan RD Yohanes Don Bosco Jata, Pr. Sementara yang berperan sebagai saksi rohani adalah P. Antonius Rani Radho, dan sebagai saksi awam yakni Bapak Petrus E.Y Ngilo Rato dan Bapak Wim de Rosari.

RD. Silverius dalam khotbahnya menegaskan bahwa menjadi pemimpin harus berani menjadi orang terkecil, sederhana, rendah hati, merangkul, rela berkorban dan harus berani memikul salib. Selain itu, menurut RD Sil, menjadi pemimpin haruslah selalu mengandalkan tuntuntan roh kudus.

“Jadi pemimpin itu tidak muda. Untuk itu seorang pemimpin harus berani berkorban, tetap miliki daya juang dan selalu menyerahkan pikiran, harapan dan perjuangan kita pada kekuatan dan tuntunan roh kudus,” katanya.

iklan

Selanjutanya, Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ibu Yustin Mai menegaskan 3 aspek penting yang harus diembankan oleh seorang Kepsek. Aspek-aspek itu adalah manajerial, kewirausahaan dan supervisi. Manajerial berkaitan dengan gaya kepemimpinan yang mampu mengelolah sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas. Supervisi berkaitan dengan pengarahan, pengendalian dan peningkatan mutu guru. Sedangkan kewirausahaan berkaitan dengan usaha-usaha sekolah untuk bisa mandiri. Selain itu kewirausahaan dapat melatih guru dan murid untuk memiliki semangat juang yang kokoh.

“Kalau Recis mau maju dan berkualitas dalam semua aspek, maka harus jalankan 3 aspek di atas dengan sungguh dan semangat totalitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah pascakepergian Bapak Romanus ke rumah Tuhan, Ibu Lusia Y. Meme dalam sambutanya mengharapkan agar Kepsek yang baru tetap melanjutkan serta merawat nilai-nilai yang sudah ditanamkan oleh Bapak Rinu Romanus. “Bapak Romanus adalah motivator sejati, pekerja keras, dan sungguh bijaksana. Untuk itu, nilai-nilai yang sudah ia tanamkan itu, tetaplah dirawat hingga keabadian,” tutur Lusia.

Selanjutnya, Kepsek baru SMAK Recis, Hendrianto dalam sambutan perdananya, mengatakan bahwa menjadi pemimpin untuk sekolah yang besar ini tidak gamoang. Untuk itu dibutuhkan kerja sama dan saling percaya. Juga haruslah selalu mengandalkan Tuhan. Pada kesempatan itu pula, Herdin berkomitmen untuk tetap melanjutkan semangat dan keteladanan almarhum Bapak Rinu Romanus dalam kebersamaan dengan para guru, murid, orangtua, komite, pemerintah, gereja dan masyarakat luas.

“Saya adalah manusia rapuh. Oleh karena itu kerja sama, daya juang dan saling percaya haruslah tetap mewarnai perjuangan kita untuk membangun Recis. Semua pihak masih terus dibutuhkan. Dan nilai-nilai yang telah diwariskan Bapak Romanus wajib dirawat dan dihidupi dalam rahim recis,” katanya.

Lalu, asisten I Setda Ngada, Bapak Emanuel Dopo, dalam pidatonya mewakili Bupati Ngada menegaskan beberapa hal penting perihal sebagai Kepsek. Pertama, Kepsek harus mampu menjadi administrator yang tangguh agar lembaga bisa bermutu baik akademik maupun nonakademik. Kedua, supervisi haruslah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan mutu para pendidik. Guru tak boleh dilepaskan begitu saja, tetapi tetap selalu dibimbing dengan baik. Ketiga, kerja sama. Kepsek harus mampu menciptakan sistem kerja sama yang berkelanjutan, utuh dan humanis. Ini penting agar sekolah harus menjadi tempat yang selalu menjadi sumber-sumber nilai universal.

Di akhir sambutanya, Emanuel Dopo, mengakui bahwa Recis adalah sekolah terlibat. Sekolah terlibat selalu mengandaikan adanya kepekaan sosial. “Bahwa sekolah tidak bisa dipahami hanya sebatas kecerdasan otak. Tapi lebih daripada itu haruslah mampu mempersiapkan anak untuk hidup. Sehingga ketika hidup di masyarakat, para generasi akan menjadi generasi cepat pekah, ada rasa simpati, empati, berkarakter dan memiliki spritualitas yang andal,” katanya.

Boy Zanda, Guru SMAK Regina Pacis Bajawa

TERKINI
BACA JUGA